Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Bimo Wijayanto, Dirjen Pajak, Jadi Sorotan Usai Dicopotnya Purbaya


Media Duta,- Bimo Wijayanto, S.E., AK., M.B.A., Ph.D., adalah Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) saat ini.

Pria kelahiran Bajawa, Flores, Nusa Tenggara Timur pada 5 Juli 1977 ini resmi dilantik oleh  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 23 Mei 2025 menggantikan posisi Suryo Utomo.

Masalahnya nama Bimo menjadi sorotan karena dirinya dinilai menjadi salah satu penyebab Dicopotnya Purbaya sebagai Menteri Keuangan.

Keterangan paling terbuka terjadi akibat keputusan Purbaya merotasi sekitar 350 pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Bea Cukai pada 10 Sep 2026.

Pejabat-pejabat tersebut terindikasi masuk tanpa mengikuti rangkaian pengujian formal seperti assessment dan talent management yang seharusnya dilalui pegawai lain.

Bimo menilai masuknya pejabat tanpa prosedur resmi ini memicu kegaduhan internal serta mengirimkan sinyal yang tidak baik bagi para pegawai lain yang sudah bersusah payah mengikuti aturan kompetensi.

Bimo Wijayanto bersama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama mengajukan usulan pembatalan atas rotasi tersebut kepada Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara. Temuan "Nama Ajaib"

Sebelum memimpin Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bimo memiliki rekam jejak panjang sebagai birokrat dan akademisi di berbagai lembaga strategis pemerintahan.

Ia pernah mendapatkan penghargaan bergengsi dari Pemerintah Australia (Australia Awards) yang hanya diberikan kepada dua mahasiswa Indonesia terpilih setiap tahunnya karena dinilai menunjukan prestasi akademik luar biasa dan potensi kepemimpinan eksopsional di bidang kebijakan publik.

Saat meraih gelar Ph.D di University of Canberra, ia sukses mengembangkan tesis bertajuk "Indonesia Personal Income Tax Microsimulation: Tax Base" yang menjadi kontribusi ilmiah berharga untuk pemodelan basis pajak penghasilan di Indonesia.

Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Kementerian Keuangan, ia mencatatkan pengabdian yang dinilai bersih dan berprestasi tinggi.

Yakni meraih peringkat kedua terbaik dalam pendidikan Kepemimpinan Nasional (Diklatpimnas) Tingkat 1 angkatan 56 yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN)

Lalu tanda kehormatan bintang penghargaan dari Presiden RI atas pengabdian, kesetiaan, dan dedikasi tanpa cacat sebagai abdi negara selama dua dekade.

Sejak dilantik memimpin DJP pada 2025, ia mengawal berbagai agenda transformasi besar.

Riwayat Pendidikan 

- SMA Taruna Nusantara Magelang, lulusan pada tahun 1995 (angkatan ke-3)

- S1 Akuntansi Universitas Gajah Mada (UGM) meraih gelar Sarjana Ekonomi Bidang Akuntansi pada 2000.

- Master of Business Administration (M.B.A) University of Queensland Australia, menyelesaikan studi Pascasarjana di bidang Akuntansi dan keuangan pada 2004/2005.

- Doctor of Philosophy (Ph.D) in Economics, University of Canberra, Australia, menyelesaikan program doktoral di National Center for Social and Economics Modelling (NATSEM) pada 2014/2015.

- Pegawai Direktorat Jenderal Pajak (2002-2015)

- Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden/KSP (2020-2024)

- Asisten Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Bidang Perekonomian (2024-2025)

- Direktur Jenderal Pajak (Mei 2025-sekarang)

Posting Komentar untuk "Bimo Wijayanto, Dirjen Pajak, Jadi Sorotan Usai Dicopotnya Purbaya"