Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Gibran Disebut Bisa Jadi Wapres Gara-gara Megawati

Media Duta,- Akademisi sekaligus Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Islam, Hasyim Muhammad, menilai sikap Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjadi salah satu faktor yang akhirnya membuka jalan bagi Gibran Rakabuming Raka menjadi Wakil Presiden mendampingi Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Hasyim, pada Pilpres 2024 sebenarnya terdapat kemungkinan munculnya duet Prabowo Subianto-Ganjar Pranowo. Ia meyakini Ganjar secara pribadi tidak keberatan apabila ditempatkan sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo.

Namun, menurut penilaiannya, skenario tersebut tidak terwujud karena Megawati menginginkan kader PDIP maju sebagai calon presiden.

Hasyim kemudian menyebut keputusan politik tersebut pada akhirnya ikut membuka jalan bagi Gibran untuk menjadi pendamping Prabowo. 

Dalam pandangannya, apabila saat itu PDIP bersedia menempatkan Ganjar sebagai calon wakil presiden, konfigurasi Pilpres 2024 bisa saja berbeda. 

Pernyataan tersebut merupakan analisis politik Hasyim mengenai dinamika pencalonan saat itu, bukan keterangan resmi dari Ganjar maupun Megawati.

Ia juga melontarkan kritik terhadap sikap politik PDIP yang dinilainya ingin menempatkan kader sendiri sebagai calon presiden. 

Hasyim menyebut sikap tersebut sebagai bentuk arogansi karena, menurut pandangannya, PDIP menginginkan kadernya berada di posisi teratas dalam kontestasi politik.

Untuk memperkuat argumennya, Hasyim menyinggung hubungan politik Megawati dan Prabowo pada masa lalu. Ia mengingatkan adanya Perjanjian Batutulis yang berkaitan dengan dukungan politik setelah Pemilu 2009. 

Menurutnya, meskipun perjanjian tersebut sudah tidak berlaku, sejarah itu menunjukkan bahwa PDIP pernah membuka kemungkinan mendukung calon presiden yang berasal dari partai lain.

Hasyim akhirnya menyimpulkan bahwa terpilihnya Gibran sebagai wakil presiden tidak dapat dilepaskan, menurut analisisnya, dari keputusan Megawati yang mengharuskan kader PDIP maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

 Pandangan tersebut tetap merupakan interpretasi Hasyim terhadap dinamika politik yang terjadi menjelang pemilihan.

Menurut Anda bagaimana? Jika saat itu Ganjar Pranowo benar-benar menjadi pendamping Prabowo, apakah peta politik Pilpres 2024 dan posisi Gibran hari ini akan berbeda?

Sumber: Warta Ekonomi

Posting Komentar untuk "Gibran Disebut Bisa Jadi Wapres Gara-gara Megawati"