Media Duta,- Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat ada sebanyak 43.838 warga yang menjadi korban keracunan MBG di 36 provinsial sejak tahun 2025 hingga awal September 2026.
Mengonsumsi makanan bergizi gratis semestinya membuat siswa merasa aman, bukan justru takut jatuh sakit.
Pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sumatera Selatan di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (19/8/2026).Namun, serangkaian kasus keracunan makanan dalam program
Makan Bergizi Gratis di sejumlah daerah mulai memunculkan kekhawatiran.
Di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, misalnya, dampaknya bahkan membuat siswa harus dirawat dan tidak sekolah hampir sebulan. Kondisi ini menjadi alarm perlunya evaluasi menyeluruh agar kasus serupa tidak terus berulang.
”Kalau memang program MBG mau dilanjutkan, evaluasi menyeluruh dan mendasar harus dilakukan. Program MBG harus dirancang ulang dengan prinsip tidak ada toleransi untuk keracunan.
Keamanan pangan itu taruhannya nyawa,” kata Posman Sibuea, Guru Besar Ilmu Pangan di Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Kamis (10/9/2026).

Posting Komentar untuk "Kasus Keracunan MBG Terus Berulang Membuat Siswa-siswi Kurang Aman"