Media Duta,- Keluarga Winda Lorenza, mantan istri seorang anggota polisi yang sebelumnya diberitakan meninggal dunia dalam dugaan bunuh diri, kembali menyampaikan sejumlah pengakuan yang disebut pernah disampaikan korban semasa hidup.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, pihak keluarga mengungkap bahwa Lorenza pernah bercerita dirinya diperlakukan secara tidak semestinya oleh mantan suaminya, Imam.
Salah satu pengakuan yang disampaikan keluarga adalah dugaan bahwa Lorenza pernah “dijual” kepada atasannya yang saat itu disebut menjabat sebagai wakapolda.Keluarga meminta masyarakat tidak terburu-buru memberikan cap atau framing negatif terhadap Lorenza.
Mereka menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan cerita yang menurut mereka pernah disampaikan langsung oleh korban sebelum meninggal dunia.
“Dia mulai hancur itu sejak Imam, mantan suami dan anggota polisi, menjual ke atasannya. Kalau tidak salah, saat itu jabatannya wakapolda sekitar tahun 2020-2021,” ujar pihak keluarga dalam video tersebut.
Menurut keluarga, Lorenza juga pernah menyebut bahwa sosok atasan yang dimaksud kemudian berpindah tugas ke Jakarta dan disebut kini menduduki jabatan sebagai kapolda di salah satu provinsi.
“Saya sudah dijual sama Imam, sama atasan saya yang jabatannya wakapolda. Tidak lama dia cerita itu, Bapak itu pindah ke Jakarta, kalau tidak salah jabatannya sekarang kapolda.
Dan itu bukan sekali dua kali Imam ini menjual Loren,” demikian pihak keluarga menirukan pengakuan yang disebut pernah disampaikan korban.
Keluarga juga mengungkap adanya cerita lain bahwa Lorenza mengaku pernah dibawa atau “dijual” ke luar negeri oleh mantan suaminya.
“Loren ini juga pernah dijual ke luar negeri oleh Imam, mantan suaminya. Biar orang-orang jangan melakukan framing korban sebagai pelacur,” kata pihak keluarga.
Polisi Akan Periksa Pemberi Informasi
Menanggapi munculnya pernyataan tersebut, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan kepolisian akan meminta keterangan dari pihak yang menyampaikan informasi tersebut.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara jelas sumber informasi sekaligus memastikan kebenaran dari berbagai tuduhan yang beredar.
“Begini, itu keterangannya. Itu keterangan daripada yang bersangkutan. Maka kami akan melakukan pemeriksaan juga terhadap yang memberikan informasi,” kata Ferry, Kamis (3/9/2026).
Pernyataan keluarga tersebut kini menjadi bagian dari perhatian publik, terutama karena menyangkut dugaan perlakuan serius terhadap Lorenza sebelum meninggal dunia.
Keluarga Persoalkan Dugaan Bunuh Diri
Sebelumnya, keluarga Lorenza juga menyatakan tidak percaya dengan kesimpulan bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri.
Lorenza sebelumnya disebut tewas akibat luka tembak menggunakan senjata api milik mantan suaminya, Brigadir Imam (I).
Peristiwa tersebut terjadi di rumah orang tua Imam di salah satu perumahan di Kota Medan pada Minggu (2/8/2026).
Polisi menyampaikan bahwa Lorenza meninggal akibat bunuh diri. Hasil autopsi yang disampaikan kepolisian disebut menemukan luka tembak pada bagian kepala dan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.
Polisi juga menyebut tidak ditemukan residu peluru pada jari tangan Brigadir I.
Namun, pihak keluarga tetap mempertanyakan kesimpulan tersebut. Mereka menduga terdapat kemungkinan lain di balik kematian Lorenza dan meminta kasus tersebut diusut secara menyeluruh.
Ayah korban, Sanalui Gowasa (56), sebelumnya menyampaikan bahwa keluarga menemukan sejumlah hal yang menurut mereka janggal pada kondisi tubuh Lorenza.
“Sebenarnya ini bukan penembakan diri sendiri, ini hasil dianiaya,” kata Sanalui saat diwawancarai di rumah duka di Kota Medan, Rabu (5/8).
Ia mengaku melihat adanya dugaan bekas cekikan pada bagian leher serta lebam di sekitar mata korban.
“Banyak kejanggalan. Dari hasil kita lihat, di sana ada bekas pencekikan leher dan mata lebam. Semua badannya agak kebiru-biruan. Seperti apa yang diberitakan selama ini bahwa anak itu bunuh diri, merampas paksa pistol suaminya. Itu tidak benar,” ujarnya.
Publik Menunggu Kejelasan
Munculnya pengakuan keluarga mengenai dugaan Lorenza pernah “dijual”, ditambah dengan keberatan keluarga terhadap kesimpulan kematian korban, membuat kasus ini kembali menjadi sorotan.
Meski demikian, seluruh tuduhan dan pengakuan tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan pihak-pihak terkait.
Hingga ada hasil penyidikan yang berkekuatan hukum, informasi mengenai dugaan keterlibatan pihak tertentu sebaiknya dipandang sebagai klaim atau keterangan dari keluarga, bukan sebagai fakta hukum yang telah terbukti.
Publik kini menunggu langkah kepolisian untuk mengklarifikasi seluruh informasi yang beredar dan mengungkap secara terang apa yang sebenarnya terjadi sebelum hingga saat kematian Winda Lorenza.
#WindaLorenza #KasusWindaLorenza
#FypFBproPemula #JangKauanSemuaOrang

Posting Komentar untuk "Keluarga Winda Lorenza Ungkap Pengakuan Semasa Hidup, Sebut Korban Pernah Mengaku “Dijual” Mantan Suami"