Mantan Kepala Staf IDF, Gadi Eisenkot, yang kini memimpin partai Yashar!, mengungkapkan pernyataan mengejutkan dalam sebuah konferensi bertajuk "Decision Time: Democracy and Society" yang diselenggarakan oleh ynet dan Yedioth Ahronoth bersama Israel Democracy Institute.
Ia menyatakan bahwa kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebenarnya sudah menerima laporan intelijen tentang pergerakan mencurigakan di Gaza, sekitar tiga jam sebelum Hamas melancarkan serangan pada 7 Oktober.
Menurut Eisenkot, penasihat intelijen pribadi Netanyahu menerima informasi yang sama persis dengan yang sampai ke tangan Kepala Staf IDF dan Kepala Shin Bet — dimulai sejak pukul setengah empat pagi.
Karena itu, ia berpendapat bahwa Netanyahu seharusnya tidak sibuk mencari kambing hitam, melainkan menjelaskan mengapa informasi krusial tersebut tidak pernah sampai kepadanya secara langsung.
Eisenkot bahkan menuduh lingkaran dalam Netanyahu sengaja memelihara narasi konspirasi untuk menutupi apa yang ia sebut sebagai kegagalan intelijen terbesar sejak berdirinya negara Israel.
Baginya, ini bukan sekadar "kegagalan" seperti yang disampaikan Netanyahu sehari sebelumnya, melainkan kelalaian serius yang terjadi di bawah kepemimpinannya sendiri.
Ketegangan antara keduanya semakin terlihat ketika Eisenkot membalas pernyataan Netanyahu di Channel 14, yang menyebut bahwa jika Eisenkot terpilih sebagai pemimpin, itu akan menjadi awal dari kehancuran Israel.
Eisenkot menganggap ucapan itu berlebihan dan tidak bertanggung jawab, sambil menegaskan bahwa kekuatan Israel sudah dibangun selama delapan dekade dan tidak bergantung pada satu sosok saja.
Ia juga membuka kembali kisah lama dari tahun 2018, saat sebuah jet F-16 Israel ditembak jatuh oleh pertahanan udara Suriah.
Saat itu, sebagai Kepala Staf, Eisenkot mengaku sempat kesulitan menghubungi Netanyahu selama satu hingga dua jam, sehingga ia terpaksa mengambil keputusan sendiri untuk melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap target pertahanan udara Suriah dan Iran di sana.
Menutup pernyataannya, Eisenkot menyinggung soal pemilu yang akan datang.
Ia mendesak partai-partai oposisi yang suaranya berada di ambang batas parlemen (electoral threshold) untuk bertindak lebih bijak, agar suara mereka tidak terbuang sia-sia seperti yang pernah terjadi pada pemilu-pemilu sebelumnya.
Sumber: Ynet

Posting Komentar untuk "Mantan Kepala Staf Netanyahu Sebut Sudah Ada Laporan Intelijen Sebelum Serangan Hamas"