Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Mantan Ketua DPR AS Tak Ingin Melihat Trump Dimakzulkan, Ingin Melihat Di Penjara



Mantan Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi, dilaporkan pernah mengeluarkan pernyataan tajam yang menegaskan bahwa dirinya tidak menghendaki pemakzulan terhadap Donald Trump, melainkan ingin melihatnya mendekam di penjara.

 Pernyataan kontroversial, “I don’t want to see him impeached, I want to see him in prison,” tersebut disampaikan Pelosi dalam sebuah rapat tertutup bersama para petinggi faksi Demokrat pada Juni 2019 lalu.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh media politik Politico dan kemudian dikonfirmasi oleh berbagai lembaga pemberitaan lain melalui pejabat yang mengetahui isi diskusi internal tersebut. 

Kendati demikian, pernyataan ini tidak disampaikan dalam pidato publik, sehingga tidak ada rekaman suara maupun video resmi yang tersedia untuk masyarakat umum.

Pada saat peristiwa itu terjadi, Pelosi sebenarnya sedang menahan desakan dari internal Partai Demokrat yang menuntut dimulainya prosedur pemakzulan terhadap Donald Trump.

 Pelosi menilai strategi politik yang lebih tepat adalah mengalahkan Trump terlebih dahulu dalam Pemilu 2020, baru kemudian memprosesnya secara hukum pidana formal berdasarkan bukti-bukti yang ada setelah ia turu dari jabatan.

Namun, dinamika politik di Washington pada akhirnya berubah haluan. Pelosi kemudian meluncurkan penyelidikan pemakzulan resmi, dan DPR AS tercatat sempat memakzulkan Trump sebanyak dua kali selama masa kepresidenan pertamanya. 

Walaupun demikian, Trump selalu dibebaskan dari segala tuduhan oleh Senat AS dalam kedua sidang pemakzulan tersebut. 

Hingga kini, kutipan dari tahun 2019 ini tetap dinilai sebagai salah satu kritik paling keras yang pernah dilontarkan Pelosi terhadap Trump.(*)

Posting Komentar untuk "Mantan Ketua DPR AS Tak Ingin Melihat Trump Dimakzulkan, Ingin Melihat Di Penjara"