Media Duta,- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh yang totalnya dia sebut Rp80 sampai 90 triliun, sudah direstrukturisasi dengan tenor 80 tahun.
Sehingga cicilannya cuma sekitar Rp1 triliun per tahun, ada yang lebih tinggi ada yang lebih rendah, dan saat ditanya soal tenor sepanjang itu di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa 8 September 2026.
Purbaya menjawab sambil tertawa: 80 tahun saya dengar kemarin, hebat juga tuh, iya kita sudah mati, santai saja, paling enggak gue sudah mati.
Menurutnya beban itu tidak semengerikan yang dibayangkan karena satu Special Mission Vehicle Kemenkeu saja untungnya Rp3 sampai Rp4 triliun setahun, ditambah operasional Whoosh sendiri sekitar Rp800 miliar.
Sehingga satu SMV cukup untuk menanggung cicilannya, dan pengelolaan utang ini akan dialihkan dari Danantara ke Kementerian Keuangan pada 15 September.
Hitungan sederhananya: kalau cicilan rata Rp1 triliun, utang ini baru lunas sekitar tahun 2106, 83 tahun setelah Whoosh mulai beroperasi pada 2023.

Posting Komentar untuk "Utang Whoosh Rp90 Trilyun Ternyata Cuma Bayar Rp1 Triliun/Tahun"