Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Lucu Bukannya Diapresiasi, Seorang Pengacara Justru Mendesak Dicopot Tim Ombudsman


Media Duta,-  Kasus dugaan fasilitas mewah bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini memasuki babak baru yang diwarnai ketegangan antarpihak.

 Skandal ini bermula dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Ombudsman Republik Indonesia (RI) pada Rabu, 23 September 2026.

Dalam sidak yang dipimpin oleh Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin, tim menemukan deretan bangunan menyerupak perumahan sistem kluster terpisah di area belakang lapas.

 Bangunan tersebut dilengkapi fasilitas yang dinilai berstandar apartemen, mulai dari pendingin ruangan (AC), televisi, sofa, kulkas, peralatan rumah tangga lengkap, hingga temuan minuman beralkohol. 

Tak hanya itu, dilaporkan pula adanya pembangunan fasilitas simulator golf dan pusat kebugaran (gym) di dalam kompleks tersebut.

Proses sidak sempat diwarnai aksi ketegangan dan saling dorong karena petugas lapas diduga berulang kali menghalang-halangi tim Ombudsman untuk masuk memeriksa area belakang tersebut.

Pihak Lapas Kelas IIA Cibinong membantah keras tudingan mengenai adanya area khusus napi VVIP.

 Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) memberikan klarifikasi bahwa kompleks bangunan beratap seng biru di belakang lapas tersebut bukanlah penginapan mewah untuk warga binaan, melainkan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) serta kompleks rumah dinas resmi untuk pejabat struktural lapas. 

Terkait temuan minuman beralkohol, pihak lapas berkilah barang tersebut merupakan konsumsi pribadi staf/pejabat di lingkungan rumah dinas mereka.

Ketegangan semakin meruncing setelah muncul pernyataan dari pengacara kawakan, Firdaus Oiwobo. Ia secara terbuka mendesak pemerintah untuk mencopot atau memecat tim Ombudsman RI yang melakukan sidak.

 Menurutnya, tindakan tim Ombudsman saat menerobos masuk dinilai melampaui wewenang serta menunjukkan gaya "arogan" yang tidak mencerminkan lembaga pengawas pelayanan publik.

Narasi inilah yang kemudian memicu reaksi beragam dari netizen di media sosial, di mana publik menyayangkan adanya tuntutan pemecatan terhadap pihak yang justru membongkar dugaan maladministrasi dan penyelewengan fasilitas di dalam lapas.

#fyp #viral #informasi #inspirasi #lapascibinong

Posting Komentar untuk "Lucu Bukannya Diapresiasi, Seorang Pengacara Justru Mendesak Dicopot Tim Ombudsman"