Media Duta, - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, akhirnya muncul usai OTT KPK pada Senin (14/9/2026) terkait skandal suap dan gratifikasi HGB PT Summarecon Agung Tbk di Bogor.
Kasus ini menjerat delapan tersangka, termasuk pejabat eselon I dan empat orang dekat Nusron (Arif Sugiyanto, Fahd A Rafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry).
Mantan Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, bahkan menyebut koper uang sitaan KPK milik Nusron. Namun, saat dikonfirmasi pada Jumat (18/9/2026), Nusron berdalih singkat, "Nggak tahu," meski berjanji kooperatif.Pernyataan Nusron tersebut langsung disemprot mantan Menko Polhukam, Mahfud MD. Dalam siaran Kompas Petang Kompas TV pada Jumat (18/9/2026).
Mahfud menilai sangat tidak masuk akal jika seorang menteri tak mengetahui praktik rasuah yang melibatkan jajaran eselon I serta lingkar terdekatnya.
“Ya, menurut saya hampir mustahil untuk tidak tahu ya. Sampai pejabat-pejabat setingkat eselon 1 terlibat itu, apalagi sampai ada tiga orang gitu.
Empat semuanya yang dianggap orang dekat,” tegas Mahfud. Ia menduga aksi tersebut terstruktur dan meminta KPK tidak melokalisir tersangka.
Penyidik KPK sendiri membeberkan jaringan gratifikasi fantastis di ATR/BPN. Salah satu perantara, Erwin, diduga menerima uang Rp2,1 miliar dari PT BPA, lalu menyerahkan Rp1,8 miliar ke Arif Sugiyanto.
Arif juga kedapatan menerima gratifikasi lain sebesar Rp8 miliar bersama Dirjen ATR/BPN, Lampri, di mana uang tersebut ditemukan KPK tersimpan dalam sembilan koper merah berinisial "LMP".
Tak hanya itu, KPK menemukan mutasi rekening sebesar Rp10 miliar milik Arif Sugiyanto pada 7 September 2026 yang diduga hasil pengepulan dari Erwin dan Muhammad Fakhry.
Walau status penetapan tersangka orang-orang dekatnya belum membuktikan keterlibatan Nusron secara langsung, KPK memastikan pendalaman saksi dan bukti akan terus berjalan untuk membongkar tuntas skandal ini.

Posting Komentar untuk "Nusron Wahid Mengaku Tak Tahu Lingkar Terdekatnya Korupsi"