Media Duta,- Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menegaskan komitmennya untuk tidak menoleransi segala bentuk perang hibrida yang dinilai disengaja dan mengancam keamanan anggota aliansi.
Peringatan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap berbagai aktivitas yang dianggap sebagai bagian dari taktik hibrida.
Duta Besar Amerika Serikat untuk NATO, Matthew Whitaker, menyatakan bahwa seluruh negara anggota harus tetap waspada dan siap memberikan respons yang tegas namun terukur terhadap setiap tindakan bermusuhan yang dapat mengganggu stabilitas kawasan.
Menurut Whitaker, solidaritas antar-anggota menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan keamanan modern yang tidak hanya bersifat militer konvensional, tetapi juga mencakup gangguan siber, disinformasi, hingga sabotase infrastruktur.
Sorotan saat ini tertuju pada insiden yang terjadi di Bandara Leipzig/Halle, Jerman. Otoritas di Berlin menuduh adanya keterkaitan insiden drone yang mengganggu operasional bandara tersebut dengan pihak Rusia.
Pemerintah Jerman masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. Sementara itu, NATO menilai bahwa aksi-aksi seperti gangguan drone di fasilitas sipil vital dapat dikategorikan sebagai ancaman serius terhadap keamanan publik dan penerbangan.
Juru bicara NATO menegaskan bahwa aliansi terus memantau situasi dan melakukan koordinasi intensif dengan Jerman serta anggota lainnya. NATO juga menekankan pentingnya menjaga keamanan ruang udara dan infrastruktur kritis di seluruh wilayah Eropa.
Hingga saat ini, pihak Rusia belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan yang disampaikan oleh Berlin terkait insiden tersebut.
NATO memastikan akan terus memperkuat langkah pencegahan dan pertahanan kolektif untuk memastikan stabilitas dan keamanan di kawasan Euro-Atlantik tetap terjaga.(*)

Posting Komentar untuk "Nato Peringatkan Rusia Soal Perang Hibrida, Soroti Insiden Drone di Bandara Leipzig"