Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) awalnya mengajukan dana yang lumayan besar, yakni Rp 1,2 triliun, khusus untuk mengawasi jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tapi, usulan ini ternyata tidak disetujui sepenuhnya. Komisi IX DPR akhirnya hanya memberikan lampu hijau untuk anggaran sebesar Rp 509 miliar.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyebutkan bahwa pemangkasan ini memang membuat pihaknya harus putar otak dan menyesuaikan kembali rencana awal mereka.
Sebenarnya, kalau dana Rp 1,2 triliun itu cair utuh, BPOM punya skema pengawasan yang cukup ketat.
Rencananya mereka ingin menempatkan satu petugas khusus di setiap Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Tujuannya supaya kualitas makanan bisa dipantau langsung setiap hari, terutama untuk mencegah risiko anak-anak keracunan.
Nah, karena dananya dipangkas jadi kurang dari separuh, strateginya terpaksa diubah. BPOM tidak akan lagi menempatkan petugas secara standby di setiap titik dapur, melainkan beralih ke sistem uji sampel secara acak di lapangan.
Biarpun anggarannya jauh dari harapan, BPOM memastikan kalau mereka tidak akan kendor dalam mengawal program MBG ini.
Pengawasan keamanan pangan tetap jadi prioritas utama mereka, apalagi isu keracunan belakangan ini sempat menjadi sorotan publik.
Intinya, BPOM berjanji akan memaksimalkan dana Rp 509 miliar yang ada untuk memastikan makanan yang sampai ke tangan anak-anak sekolah benar-benar aman, bergizi, dan bebas dari masalah kesehatan.
#FypFBproPemula #JangKauanSemuaOrang

Posting Komentar untuk "BPOM Minta Rp1,2 Triliun Untuk Awasi MBG"