Media Duta,- Trump Perpanjang Sanksi, Ratusan Ribu Warga Iran Turun ke Jalan, Siap Angkat Senjata untuk Bela Negara Melawan Amerika
Ratusan ribu warga Iran turun ke jalan-jalan utama di Teheran dalam pawai terbesar sejak konflik pecah pada Februari 2026, sebagai bagian dari kampanye sukarelawan bersenjata "Janfaday-e Iran".
Komandan Garda Revolusi Iran, Jenderal Hassan Hassanzadeh, mengeklaim lebih dari 600 ribu orang telah mendaftarkan diri dengan estimasi peserta pelatihan yang berpotensi melampaui satu juta orang untuk memperkuat Garda Revolusi dan milisi Basij.
Kehadiran para sukarelawan ini turut disaksikan oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan para petinggi militer di tengah gelombang unjuk kekuatan nasional.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani Undang-Undang HR 5334 yang memperpanjang Undang-Undang Sanksi Iran 1996 selama lima tahun hingga 2031 guna mempertahankan tekanan ekonomi.
Tekanan tersebut kian diperparah oleh blokade angkatan laut AS yang membuat lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz anjlok hingga 90 persen.
Ratusan Ribu Warga Iran Turun ke Jalan
Ratusan ribu orang bergabung dalam aksi unjuk rasa di Ibu Kota Teheran, Iran, pada Jumat (18/9/2026).
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan terhadap pasukan pemerintah di tengah konflik dengan Amerika Serikat (AS).
Rekaman yang dirilis Viory menunjukkan orang-orang memenuhi Lapangan Revolusi, termasuk para wanita.
Mereka berbaris sambil membawa senjata serta meneriakkan slogan-slogan yang mengecam AS dan Israel.
Aksi unjuk rasa ini bertajuk "Janfada Iran", yang berarti "Pengorbanan untuk Iran".
Warga optimistis bahwa mereka akan menang meski mendapat tekanan dari musuh.(*)

Posting Komentar untuk "Ratusan Ribu Warga Iran Turun ke Jalan"