Media Duta, -Kabar duka datang dari Magetan. Serda Ahmad Muzammil Farisa, prajurit TNI AU, meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan oleh sejumlah seniornya di lingkungan asrama.
Yang membuat banyak orang bertanya-tanya, dugaan persoalan tersebut disebut bermula dari hal yang sangat sederhana: pesanan mie yang tidak sesuai.
Menurut keterangan ayah almarhum, Toni Eko Prasetyo, Ahmad diminta membeli mie kuah. Namun, yang dibawa justru mie goreng. «“Mintanya mie kuah namun diberikan mie goreng,” ujar Toni, sebagaimana diberitakan.»Dugaan penganiayaan kemudian terjadi di asrama Skadron Udara. Ahmad disebut diminta oleh empat prajurit senior yang berpangkat sama-sama Serda untuk membelikan makanan.
Keluarga awalnya menerima kabar bahwa Ahmad meninggal karena kecelakaan. Namun, setelah melihat kondisi jenazah dan menemukan sejumlah kejanggalan, keluarga kemudian mendapat informasi dari rekan almarhum mengenai dugaan penganiayaan.
Kini, empat prajurit yang diduga terlibat telah diamankan dan menjalani pemeriksaan oleh Polisi Militer TNI AU (POM AU). TNI AU juga menyatakan akan mengusut perkara tersebut.
Kasus ini kembali membuka pertanyaan besar tentang budaya senioritas di lingkungan militer. Senior tentu harus dihormati. Disiplin dan hierarki juga merupakan bagian penting dalam kehidupan militer.
Tetapi, apakah senioritas boleh berubah menjadi tekanan, perintah untuk kepentingan pribadi, apalagi sampai berujung kekerasan?
Jika benar terjadi penganiayaan, maka persoalannya bukan lagi sekadar soal mie. Ada seorang anak yang kehilangan nyawa. Ada keluarga yang kehilangan anggota keluarga.
Dan ada pertanyaan besar tentang bagaimana budaya senioritas dijalankan di dalam institusi yang menjunjung tinggi disiplin.
Pangkat boleh sama, angkatan boleh berbeda. Tetapi bukankah setiap prajurit tetap memiliki hak untuk diperlakukan secara manusiawi?
Mari kita tunggu proses pemeriksaan dan penegakan hukum untuk mengetahui fakta sebenarnya.
💬 Menurut Anda, bagaimana seharusnya budaya senioritas di lingkungan militer agar disiplin tetap terjaga tanpa berubah menjadi tindakan sewenang-wenang?

Posting Komentar untuk "Seorang Prajurit Muda Salah Beli Mie Dibayar Dengan Nyawa"