Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Teror Menggila, Kenapa OPM Tak Dijuluki Terrs, Tapi Malah KKB?


Media Duta,- Tahukah Kamu?, PAPUA - Teror OPM makin menggila dan makin tidak manusiawi. Rabu (9/9/2026), Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menjadi korban penembakan Terrs bersenjata di Muliama.

 Mereka adalah Aprida Rapi (49) Kabid Peternakan, Alvonsius Albinus Meha (36) dokter hewan asal Sikka NTT, dan Willi Mbuik (26) CPNS asal Kupang.

 Ketiganya ditembak saat sedang menjalankan tugas mengantar bantuan bibit babi.

Sebelum ditembak, rombongan "Dihadang dan dipisah antara orang asli Papua (OAP) dan non-OAP,".

Parahnya lagi, kini beredar video memilukan yang diduga direkam dari HP milik korban Willi Mbuik. Dalam video tersebut, pelaku melakukan video call kepada ayah korban. 

Dalam video itu terdengar ayah korban menangis bertanya kenapa anaknya dibunuh, sementara pelaku justru tertawa di layar dan mengacungkan jari tengah.

Seminggu sebelumnya, Rabu (2/9/2026), kelompok yang sama juga menembaki iring-iringan 15 mobil karyawan PT Freeport di Mile 60. 

Tak hanya itu, mereka juga menyandera 9 warga sipil di Mimika hingga YouTuber Bobon Santoso menawarkan uang sebesar Rp1 miliar sebagai tebusan.

Kenapa OPM tidak dijuluki sebagai Terrs?

Tapi justru dijuluki KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata)?

Apakah karena pelakunya bukan Muslim sehingga label ini tidak digunakan?

Karena itu mari kita bedah alasan-alasannya :

- Mereka Adalah Terrs.

Secara hukum mereka SUDAH dicap terrs sejak 29 April 2021 oleh Menko Polhukam Mahfud MD karena telah melakukan pembunuhan dan kekerasan secara masif dan sudah sesuai UU Anti Terorisme No.5 Tahun 2018.

- Biar gak naik level jadi konflik internasional.

Kalau pemerintah di semua press release bilang "terrs Papua", dunia internasional bisa baca itu sebagai "Indonesia lagi perang lawan terrs", nanti LSM asing masuk bawa isu HAM dan referendum. 

Kalau tetap pakai istilah "Kelompok Kriminal Bersenjata", itu dibaca sebagai masalah kriminal domestik, penyelesaiannya tetap di dalam negeri.

- Istilah KKB itu udah 30 tahun dipakai.

Dari jaman Orde Baru sampai sekarang, prajurit di Papua taunya istilah KKB / OPM. Kalau tiba-tiba ganti semua jadi terrs di HT, bisa bikin bingung satuan bawah. Jadi di atas kertas hukumnya terrs, di lapangan operasional tetap KKB.

- Untuk Mengkredilkan OPM

Kalau disebut "terrs", mereka dapat panggung seolah musuh negara yang besar. Kalau disebut "kriminal bersenjata", kesan pemerintah:

 "mereka cuma kriminal kecil yang bisa ditangani dengan mudah, tak perlu ada campur tangan dari negara lain.

Meski begitu alasan-alasan ini adalah analisis pengamat dan jurnal hukum.

Tapi bagaimana menurut kalian?

Apakah sebaiknya memang tetap disebut KKB atau Terrs demi keadilan?

Posting Komentar untuk "Teror Menggila, Kenapa OPM Tak Dijuluki Terrs, Tapi Malah KKB?"