Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Halimah Yacob, Penjual Nasi Padang ke Istana Presiden Singapura


Kisah hidup Halimah Yacob, mantan Presiden ke-8 Singapura, adalah salah satu cerita from rags to riches yang paling inspiratif di panggung politik Asia Tenggara. 

Melalui ketekunan, mantan penjual nasi padang gerobakan ini berhasil mencetak sejarah sebagai presiden perempuan pertama sekaligus presiden berhijab pertama di Singapura.

          Halimah

Berikut adalah rangkuman perjalanan hidupnya yang luar biasa:

1. Masa Kecil yang Penuh Keterbatasan.

Halimah lahir pada 23 Agustus 1954 di Queen Street, kawasan Bugis, Singapura. Kehidupannya berubah drastis ketika ayahnya (seorang penjaga keamanan keturunan India) meninggal dunia akibat serangan jantung saat Halimah baru berusia delapan tahun.

Sebagai anak bungsu dari lima bersaudara, ia dibesarkan oleh ibunya yang beretnis Melayu di sebuah rumah susun sempit yang hanya memiliki satu kamar.

 Demi menyambung hidup keluarga, ibunya berjualan nasi padang menggunakan gerobak kecil sebelum akhirnya mendapatkan tempat di kawasan hawker (pusat jajanan kuliner).

2. Ikut Membantu Berjualan

Sejak usia dini, Halimah tidak malu untuk turun tangan membantu ibunya. Rutinitas masa kecilnya meliputi.

Bangun sebelum matahari terbit untuk mempersiapkan dagangan.

Membersihkan tempat jualan dan merapikan meja kursi

Mencuci piring dan melayani para pelanggan.

Akibat jadwal kerja yang padat untuk membantu keluarga, Halimah kecil bahkan kerap kali tertidur di ruang kelas karena kelelahan 

3. Klarifikasi Asal-Usul "Nasi Padang"

Meskipun kisah hidupnya lekat dengan menu nasi padang, Halimah Yacob bukanlah orang Padang (Minangkabau). Berdasarkan penelusuran fakta sejarah, ia lahir dan besar di Singapura.

 Ayahnya merupakan seorang muslim keturunan India dan ibunya keturunan Melayu. Kuliner nasi padang yang ia jual murni merupakan ranah usaha yang dipilih ibunya untuk bertahan hidup di Singapura.

4. Pendidikan dan Karier yang Cemerlang.

Keterbatasan ekonomi tidak menghentikan tekadnya untuk belajar. Berkat bantuan beasiswa dan kerja kerasnya, Halimah berhasil meraih gelar Sarjana Hukum dari National University of Singapore (NUS) pada tahun 1978.

Perjalanan kariernya melesat melalui jalur profesional dan politik:

● Serikat Pekerja: Ia menghabiskan lebih dari 30 tahun mengabdi di National Trades Union Congress (NTUC) untuk memperjuangkan hak-hak pekerja.

● Parlemen Singapura: Masuk ke dunia politik pada tahun 2001, ia menjadi perempuan Melayu pertama yang terpilih menjadi Anggota Parlemen.

● Ketua DPR: Pada tahun 2013, ia kembali mengukir sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua Parlemen Singapura.

5. Menuju Istana Presiden

Puncak dedikasinya terjadi pada September 2017, ketika ia secara resmi dilantik sebagai Presiden ke-8 Singapura. 

Ia terpilih tanpa pemungutan suara (walkover) setelah menjadi satu-satunya kandidat yang memenuhi kualifikasi ketat dalam pemilihan khusus komunitas Melayu pada tahun tersebut.

Meskipun telah menjadi orang nomor satu di Singapura dan berkantor di Istana Kepresidenan, Halimah tetap dikenal karena kesederhanaannya. Bahkan setelah resmi menjabat, 

ia sempat memilih untuk tetap tinggal di rumah susun (rusun) umumnya daripada langsung pindah ke kediaman mewah. 

Ia menyelesaikan masa jabatannya selama 6 tahun dengan reputasi sebagai "Presiden Rakyat" yang berfokus pada kesejahteraan sosial.(*)

Posting Komentar untuk "Halimah Yacob, Penjual Nasi Padang ke Istana Presiden Singapura"