Media Duta,- Selat Hormuz kembali menjadi titik panas di tengah perang Iran dan Amerika Serikat.
Sejumlah kapal tanker dilaporkan menjadi sasaran, sementara Teheran memperketat pengawasan di jalur pelayaran strategis tersebut.
Sedikitnya tujuh kapal tanker dilaporkan menjadi sasaran Iran di Selat Hormuz dalam lima hari terakhir.
Angkatan Laut IRGC disebut menargetkan kapal-kapal yang dianggap melanggar aturan pelayaran Teheran.
Mengutip Telangana Today pada Senin (5/10), ketegangan di jalur minyak strategis itu kembali meningkat.
IRGC dilaporkan menargetkan lebih dari satu kapal tanker setiap hari selama lima hari terakhir.
Fars mengutip pengamat militer MenchOsint yang menyebut dua kapal tanker mengalami ledakan pada Jumat (2/10).
Satu insiden disebut terjadi di pintu masuk Selat Hormuz, sementara kapal lainnya dilaporkan terdampak saat hendak keluar.
Dalam empat hari sebelumnya, kapal tanker Kuwait Al FUNTAS dan KAZIMAH III juga dilaporkan menjadi sasaran.
Tiga kapal berbendera atau terkait Uni Emirat Arab, yakni SINBAD, MERSIN PROSPERITY dan AL RUWAIS, turut dilaporkan dihantam.
Kuwait dan Uni Emirat Arab merupakan negara mitra dekat Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Rangkaian insiden tersebut membuat situasi di jalur pelayaran minyak utama dunia semakin tegang.
Sejak 28 Februari, Iran memperketat aturan bagi kapal terkait Israel dan Amerika Serikat di Hormuz.
Langkah tersebut diberlakukan setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.
Di tengah situasi itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perang dengan Iran akan segera berakhir.
Trump juga memperkirakan harga minyak akan turun tajam setelah konflik berakhir.
Menurut Trump, Iran kini berada dalam tekanan berat secara ekonomi maupun militer.
Ia bahkan menyebut kemampuan militer Iran telah mengalami kerusakan besar akibat perang.
Namun, situasi di Hormuz masih diwarnai laporan serangan terhadap kapal tanker.
Insiden itu belum terverifikasi, tetapi ketegangan di Hormuz terus meningkat.

Posting Komentar untuk "IRGC Ngamuk di Laut! 7 Kapal Tanker Sekutu AS Meledak Dihantam Iran"