Jakarta Media Duta,-Pernyataan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, menjadi perhatian saat hadir sebagai saksi meringankan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam sidang dugaan korupsi kuota haji di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Saat ditanya mengenai kemungkinan Yaqut menerima keuntungan pribadi, Anwar menyampaikan pandangannya bahwa mantan Menag tersebut bukan orang miskin.
“Biasanya orang miskin yang mau menerima sesuatu. Tapi enggak tahulah, saya enggak tahu,” ujar Anwar di persidangan.
ANWAR MENGAKU TIDAK TAHU SOAL ALIRAN UANGAnwar mengapresiasi kesibukan dan kerja Yaqut dalam melayani jemaah haji. Ia menyebut Yaqut kerap turun ke lapangan hingga malam dan mengikuti rapat sejak pagi.
Namun, ketika ditanya apakah Yaqut menerima sesuatu dari jemaah, Anwar secara terbuka mengaku tidak mengetahui hal tersebut.
Artinya, penilaiannya mengenai pribadi dan aktivitas Yaqut tidak dengan sendirinya membuktikan ada atau tidaknya penerimaan uang dalam perkara yang sedang disidangkan.
DAKWAAN JAKSA TETAP MENJADI BAGIAN PENTING PERKARA
Dalam dakwaannya, jaksa menyebut Yaqut diduga memperkaya diri sebesar USD 271.500 atau sekitar Rp4,83 miliar.
Perkara pengelolaan kuota haji tambahan tahun 2023–2024 tersebut juga didakwa menimbulkan kerugian negara sekitar Rp622,09 miliar.
Jaksa menduga terdapat penyimpangan dalam pembagian kuota haji khusus tambahan tahun 2024. Namun, seluruh dakwaan tersebut masih harus diuji melalui proses persidangan dan pembuktian hukum.
Yaqut sendiri membantah tuduhan penerimaan uang sebagaimana disebutkan dalam dakwaan.
Menurut kalian, seberapa penting kesaksian yang didasarkan pada pengamatan pribadi dalam mengungkap perkara korupsi?
Apakah penilaian terhadap karakter seseorang cukup untuk menjelaskan dugaan transaksi keuangan?

Posting Komentar untuk "WAKETUM MUI SEBUT “GUS YAQUT BUKAN ORANG YANG MISKIN!” "