Media Duta,- PDIP-PKS Semangat soal Pem4kzulan Gibran, Gerindra Disindir: Tak Ada Untungnya Bela Anak Jokowi
Wacana pemakzulan Wakil Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, kini menjadi sorotan tajam dalam kalkulasi politik di DPR RI.
Komunikasi int3nsif yang mulai terbangun antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memicu spekulasi luas mengenai lshirnya gelomb4ng besar di parlemen.
PDIP- PKS Semangat Untuk Pemakzulan Gibran, Tidak Ada Untungnya Membela Anak JokowiJurnalis senior Hersubeno Arief menilai, jika poros komunikasi PKS dan PDIP berlanjut menjadi konsolidasi bersama fraksi-frsksi lain, desakan pem4kzulan berpotensi berkembang menjadi keku4tan politik yang sulit dibendung.
"Jika terwujud pertemuan antara PKS dan PDIP apalagi kemudian diikuti oleh partai-partai lain, maka yang terjadi adalah gelomb4ng besar pem4kzulan itu tidak tertah4nkan lagi," ujar Hersubeno dalam tayangan yutub Hersubeno Point, dikutip Sabtu (31/10/2026).
Pergeseran Opini Publik dan Kalkulasi Elektoral
Hersubeno turut menyoroti pergeseran opini publik yang kian condong pada tuntutan pencopotan Gibran dari kursi wakil presiden.
Menurutnya, partai politik dipastikan tidak akan berani mengabaikan suara konstituen di tengah pergeseran mood publik tersebut, terlebih menjelang persiapan menghadapi tahun politik.
Dalam situasi yang semakin sensitif ini, ia menyindir partai-partai pendukung pemerintah!
termasuk Partai Gerindra bahwa tidak ada keuntungan strategis yang bisa didapat dengan terus-menerus membela dan mempertah4nkan posisi Gibran.
"Lagi pula buat partai-partai politik termasuk Gerindra tidak ada untungnya kok sesungguhnya tetap membela dan mempertahankan Gibran," imbuhnya.
Sinyal Kuat dari Senayan: Pansus dan Hak angket
Menguatnya wacana politik di parlemen ini bermula dari langkah komunikasi antara PKS dan PDIP untuk menyikapi polem1k keabsahan dokumen pendidikan Gibran.
Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, sebelumnya mengonfirmasi bahwa pimpinan partainya telah menjalin komunikasi int3nsif dengan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.
Menurut Kholid, PDIP memberikan respons yang positif terhadap wacana penegakan norma etika dan hukum tata negara terkait persyaratan administrasi pencalonan wakil presiden tersebut.
Sebagai bentuk tindak lanjut, PKS mengaku tengah memat4ngkan opsi pembentukan Panitia Khusus (Pansus) melalui penggunaan Hak 4ngket DPR RI.
Kendati demikian, Kholid menegaskan bahwa belum ada keputusan final karena partainya masih berupaya membangun kesepah4man dengan fr4ksi-fr4ksi lain di parlemen sebelum melangkah ke sid4ng paripurna.(*)

Posting Komentar untuk "PDIP- PKS Semangat Untuk Pemakzulan Gibran, Tidak Ada Untungnya Membela Anak Jokowi"