Di tengah upaya pencarian pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung.
Yang perbatasan Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan, duka dan kecemasan juga dirasakan keluarga korban.
Salah satunya adalah Bambang Muchwanto, ayah dari Dwi Murdiono, salah satu korban dalam kecelakaan pesawat milik Indonesia Air Transport tersebut.Dengan penuh harap, Bambang memilih bertahan di Makassar demi menunggu kepastian nasib sang anak.(*)

Posting Komentar untuk "Kisah Pilu Ayah Korban Pesawat ATR 42-500, Bertahan di Makassar Tunggu Kabar sang Anak"