Dari yang awalnya luka ada dua puluh tusukan, setelah autopsi ternyata lebih mengerikan lagi, lukanya dua puluh enam tusukan.
Malam itu ibu dan kedua putri nya tidur di kamar seperti biasa, ibu dan adik ada di kasur atas, sementara si kakak di bawah pakai kasur sorong.
Pukul 04.00 adik bangun, memandangi ibunya yang tertidur pulas, ke kamar mandi buat cuci muka, lanjut ke dapur ngambil pisau. Sampai di kamar si adik membuka baju, tujuannya agar nanti bajunya tidak kotor kena cipratan da-rah (Asli ini creepy banget).
Lepas tu dia naik ke atas tempat tidur dan mengeksekusi ibunya secara brutal, ibunya sempat menghindar, merayap sampai akhirnya jatuh menindih tubuh Kakak, si kakak yang kaget reflek merebut pisau dan melemparkan nya, sampai si kakak tersayat juga tangannya.
Nggak putus asa si adik pergi ke dapur ambil pisau baru yang lebih kecil, tapi si kakak sigap langsung di tutup pintu kamarnya di kunci dari dalam. Pisau kecilnya terjatuh.
Si adik langsung lari ke kamar atas dimana ayahnya tidur, dia langsung memeluk ayahnya.
Kakak sama ayah mencoba menolong korban, si ayah cepat telpon ambulan, tapi pas ambulan datang si ibu sudah dinyatakan meninggal dunia.
Alasan si adik juga di ungkapkan di konfrensi pers, dia tidak suka karena ibunya suka marah-marah, suka mukul kakaknya, pernah pakai sapu juga ikat pinggang.
Lalu, dia juga marah karena game dia di hapus sama ibunya, dengan alasan dia sudah kelas enam sebentar lagi ujian, dia nggak terima.
Dan ini yang kudu kita garis bawahi sebagai orang tua, si adik suka menonton anime tentang pem-bu-nu-han dengan pisau, dia selalu mengulang episode itu.
Ingat ibu-ibu animenya DETEKTIF CONAN EPISODE 271 dia juga menonton MURDER MYSTERY. Dan game tema pem-bu-nu-han dengan pisau.
Ngeri banget kan? Sebesar itu tontonan berpengaruh ke mental anak.
Jaman dulu kita juga di bentak, di maki, di pukul sapu sama emak tapi tidak ada dendam, karena tontonan kita cibi marukochan, doraemon, pokemon, tontonan khas anak-anak.
Kita nggak dendam malah kalau ingat sekarang cuma ngakak doang. Jadi tolong awasi bener-bener deh anak-anak kita.
Serem banget soalnya.
Sekarang si adik ada di rumah aman, dia tetap mendapat hak pendidikan, tetap mendapat pendampingan psikologi. Innalillahi WA innalillahi rojiun. Semoga ibu Faizah soraya tenang di sana.(*)

Posting Komentar untuk "Anak Bunuh Ibunya, Korban Sempat Meminta Minum dan Meminta Tolong Segera di Panggilkan Ambulan""