Di tengah gencarnya sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi sorotan nasional, sebuah suara tantang muncul dari pedalaman Kalimantan.
Bukan meminta menu makanan yang lebih mewah, sekelompok siswa SMP justru melancarkan protes terbuka yang menyentuh akar permasalahan pendidikan di daerah terpencil.
Bagi mereka, bantuan makanan tidak akan banyak berarti jika akses menuju sekolah masih berupa kubangan lumpur yang mengsncam keselamatan.
Dengan gagah ber4ni, salah satu s1swa memegang mikr0fon dan ber0rasi di samping bendera Merah Putih, sementara rekan-rekan lainnya membentangkan poster berisi tvntutan.Pesannya jelas dan men0hok: mereka lebih membvtuhkan infr4strvktur jalan yang layak daripada sekadar program makan gratis.
"Suara Hati S1swa SMP di Kalimantan: Kami Lebih Bvtuh Perbaikan Jalan daripada MBG". 4ksi ini menjadi simbol ironis pembangunan; di satu sisi pemerintah fokus pada pemenuhan gizi
Namun di sisi lain, perjuangan f1sik s1swa untuk sampai ke sekolah masih seperti bert4ruh ny4wa.
Jalanan yang berlumpur tebal membuat seragam mereka k0tor bahkan sebelum pelajaran dimulai, dan tak jarang mereka harus absen jika hujan deras mengubah jalan menjadi sungai lumpur.
Aksi ber4ni para siswa SMP di Kalimantan ini diharapkan menjadi "alarm" bagi pemangku kebijakan.
Mereka adalah bukti bahwa generasi muda saat ini sudah mampu berpikir kr1tis dalam menentukan prioritas pembangunan yang paling mendesak bagi masa depan mereka.
Kini, pertany4annya tinggal satu: ak4nkah pemerintah mendengar jer1tan h4ti dari tengah lumpur Kalimantan ini, at4u tetap terp4ku pada program seremonial semata!
(*)

Posting Komentar untuk "Siswa SMP DI Kalimantan Lebih Butuh Perbaikan Jalan Dari Pada MBG"