Di sebuah Restoran Open-Air mewah di pusat kota Jakarta, duduklah Ibu Kartika sendirian. Ia adalah pemilik perusahaan pelayaran terbesar di negara ini.
Ia memiliki segalanya—kekayaan melimpah, kekuasaan—namun matanya tampak kosong tanpa binar kehidupan.
Sepuluh tahun yang lalu, saat mereka sedang berjalan-jalan di taman kota, kedua anak kembar laki-lakinya—Bintang dan Surya—hilang tanpa jejak.
Mereka diculik saat pengasuhnya sedang mengantre membeli es krim. Sejak saat itu, Kartika tidak pernah berhenti mencari, namun perlahan ia mulai kehilangan harapan.
"Ibu, apakah ingin memesan hidangan penutup?" tanya pelayan dengan sopan."Tidak perlu. Tolong angkat saja piringnya," jawab Kartika dengan nada sedih.Masih banyak sisa Steak dan Ayam Goreng di piringnya. Ia sama sekali tidak memiliki selera makan.
Saat pelayan sedang merapikan meja, tiba-tiba terdengar keributan di lobi restoran. "Woi! Kalian dilarang masuk ke sini! Pergi!" teriak seorang petugas keamanan (Satpam).
Dua anak laki-laki, berusia sekitar 14 tahun, memaksa masuk. Nama mereka adalah Rian dan Rian (nama jalanan mereka).
Tubuh mereka sangat kurus, kulit mereka gelap terbakar matahari, pakaian mereka compang-camping, dan mereka tidak memakai alas kaki.
Mereka berhasil lolos dari hadangan satpam dan berlari masuk ke area makan. Mereka tampak sangat kelaparan. Sudah tiga hari mereka tidak makan sepiring nasi pun.
Mereka mendekati meja Ibu Kartika karena itu adalah meja yang paling dekat dengan posisi mereka.
"Bu..." ucap Rian dengan suara lirih và gemetar.
Kartika pun menoleh...
Lanjutkan membaca kisah selengkapnya di kolom komentar…

Posting Komentar untuk "Dua Anak Kembar Pengemen Mendatangi Seorang Miliader Minta Sisa Makanan, Sudah Dua Hari Tak Makan"