Kisah pilu datang dari Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Seorang siswa sekolah dasar berinisial YBS (10) meninggal dunia dalam peristiwa yang diduga berkaitan dengan tekanan hidup dan kondisi ekonomi keluarganya yang sangat sulit.
Anak yang masih duduk di bangku kelas 4 SD itu sebelumnya meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan pena sekolah dengan harga yang tidak sampai Rp10 ribu.
Namun sang ibu, MGT (47), hanya mampu menjawab dengan lirih bahwa mereka sedang tidak memiliki uang sama sekali.
Ibunya mengungkapkan bahwa kehidupan keluarga mereka serba kekurangan. Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja sudah menjadi perjuangan.
Sehingga mencari uang tambahan demi perlengkapan sekolah bukanlah hal yang mudah. Situasi ini diduga membuat YBS merasa sedih, tertekan, dan kehilangan harapan.
Tragedi ini menyentuh banyak hati dan menjadi **alarm buat pemerintah** serta seluruh masyarakat agar lebih serius memperhatikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Khususnya dalam hal pendidikan dan kebutuhan dasar sekolah. Tidak seharusnya ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena tidak mampu membeli buku dan pena.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa kemiskinan bukan sekadar soal ekonomi, tetapi menyangkut keselamatan dan masa depan generasi muda.(*)

Posting Komentar untuk "Kisah Pilu Sang Ibu, Anak Bunuh Diri Yang Tak Ingin Melihat Ibunya Menderita"