Pukulan Telak Iran ke Pasukan Trump: IRGC Sebut 200 Tentara AS Tewas, Aset Militer Luluh Lantak
Gelombang Operasi Nasr 2 Iran beri kekalahan mematikan bagi pasukan Donald Trump.
Lebih dari 200 tentara Amerika Serikat (AS) tewas aset militer hingga radar utama disebut hancur total.
Mengutip Palestine Chronicle pada (27/7), hal ini diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam rilisan penilaian komprehensif pada Sabtu (26/7/2026).
Posisi Amerika fi TelukLebih tepatnya, isinya mengenai kerusakan parah yang dialami pasukan militer AS selama lima belas hari serangan balasan dalam Operasi Nasr 2.
Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebi, menyatakan bahwa operasi ini menargetkan berbagai pangkalan militer Amerika di seluruh wilayah Teluk.
Serangan balasan Iran tersebut berhasil menghancurkan dan merusak puluhan aset udara AS, termasuk jet tempur F-15, pesawat patroli maritim P-8 Poseidon, drone pengintai, hingga pesawat angkut C-17 Globemaster.
Selain armada udara, serangan rudal Iran juga merusak delapan pesawat tanker pengisian bahan bakar serta empat helikopter militer berat milik Amerika Serikat.
Operasi Nasr 2 turut melumpuhkan infrastruktur pengawasan dan pertahanan udara AS dengan menghancurkan tujuh pusat komando dan kendali.
Puluhan sistem radar vital militer Amerika, seperti enam unit radar Patriot, radar peringatan dini, serta sistem radar jarak jauh FPS-117, dilaporkan hancur total.
Pada sektor logistik, Iran berhasil menghantam belasan hanggar pesawat dan drone, termasuk enam hanggar yang menampung drone MQ-9 Reaper.
Landasan penerbangan, peluncur roket HIMARS, empat sistem pertahanan udara Patriot, serta belasan gudang senjata dan suku cadang pesawat tidak luput dari kehancuran.
Serangan presisi tersebut juga melenyapkan fasilitas strategis seperti bunker rudal bawah tanah, pusat pengolahan kecerdasan buatan, node data Amazon, dan fasilitas kapal permukaan tanpa awak.
Juru bicara IRGC menolak tegas laporan resmi korban jiwa dari pihak AS dan menyebut data dari Washington sebagai kebohongan publik.
Pihak IRGC mengklaim bahwa lebih dari 200 personel militer Amerika tewas dalam operasi tersebut, sementara jumlah korban luka-luka diperkirakan jauh lebih tinggi.
Pemerintah Iran mendesak pihak Amerika Serikat untuk mengizinkan jurnalis mengakses pangkalan yang terdampak agar kerusakan dan jumlah korban dapat diverifikasi secara independen.(*)


Posting Komentar untuk "IRGC Sebut 200 Tentara AS Tewas, Aset Militer Luluh Lantak "