Dunia memang panggung sandiwara, dan hari ini kita sedang menonton episode paling absurd di negeri ini.
Setelah sang Profesor kehormatan "dikandangin" KPK, kini mata publik terbelalak pada drama yang lebih panas: kasus korupsi proyek Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kabar burung yang beredar di balik layar-yang seringkali lebih akurat daripada rilis resmi—menyebutkan bahwa Brigjen Pol Lalu Iwan hanyalah seorang "pelari cepat" di lapangan.
la mungkin eksekutor yang rajin, tapi katanya, tetesan manis dari proyek "omprengan" itu mengalir deras sampai ke hulu. Ya, ke puncak tertinggi institusi kepolisian.
Tentu saja, ini bukan main-main. Bayangkan sang Kapolri yang sudah mati-matian bermanuver, lobi sana-sini demi memperpanjang masa jabatan.
Sekarang justru harus berhadapan dengan badai yang namanya terseret kasus korupsi "omprengan". Nggak lucu, kan?
Bayangkan saja, sudah susah payah menjaga kursi, eh, malah harus turun karena masalah katering bocah-bocah sekolah.
Ibarat sudah naik ke puncak gunung dengan susah payah, tapi terpeleset gara-gara kulit pisang gorengan.
Kalau benar aliran dana itu sampai ke pucuk pimpinan, maka lobi tingkat tinggi yang selama ini dibangun pun rasanya jadi sia-sia.
Kursi jabatan yang diperebutkan dengan keringat dan strategi, kini goyang hebat gara-gara selisih angka di kontrak pengadaan makan siang.
Apakah ini akhir dari sebuah drama kekuasaan? Atau sang pucuk pimpinan punya "sihir" lain untuk membersihkan namanya sebelum kursi itu benar-benar direbut oleh badai hukum?
Kita, rakyat kecil, hanya bisa menyimak sambil ngopi.
Menunggu apakah jenderal besar ini akan tumbang oleh kasus korupsi kelas "omprengan", atau justru dia yang akan menelan semua bukti hingga tak bersisa.
Negeri ini memang luar biasa, drama korupsinya selalu punya plot twist yang bikin kita antara mau tertawa atau menangis.
Selamat menikmati tontonan gratis ini, kawan!
#DramaKorupsi
#MBG
#OmprenganBerdarah
#DramaPolisi
#RealitaNegeri

Posting Komentar untuk "Sang Jenderal dan Drama "Omprengan" yang Berujung Nahas"