Prabowo Janji Gratiskan Biaya Pendidikan SD Sampai Universitas Negeri
Anggaran itu ada rasionalisasinya. MBG sebesar Rp 247 Triliun, Kopdes sebesar Rp 200 triliun, Sekolah Rakyat sampai URI sebesar Rp 200 triliun, gian sea wall (tanggul raksasa pantura) Rp 200 triliun. Ini kan gak ngotak.
APBN tahun 2024 sebesar Rp 3351 triliun, mulai 2025 era Prabowo APBN ada Rp3451, APBN 2026 sebesar Rp 3850 triliun, 2027 sebesar Rp 4400 triliun.
Masalahnya anggaran negara sebesar itu tapi likuiditas dibawah, uang beredar di masyarakat minim.
Jadi kalau Prabowo mau menggratiskan sekolah dasar sampai kuliah, tapi program-program sampahnya juga dipaksa harus jalan, maka sama saja seperti MBG dan kopdes, sekolah gratis juga hanya akan tambah mencekik rakyat.
Sebab pola kebijakan prabowo adalah pengetatan wajib pajak bukan relaksasi pengeluaran rakyat.
Seperti MBG yang rentan stunting Rp2 juta yang dikasih makan Rp 62 juta. Yang dikasih makan anak satu kali tapi yang terganggu 3 kali waktu makan Rp200 juta lebih rakyat.
Sistem program Prabowo ini selalu segitiga, satu sudut penerima manfaat program sedikit, dan kecil, makan atau sekolah gratis, satu sudut lagi ratusan juta rakyat kewajiban pajaknya naik status desilnya naik, satu sudut lagi para pejabat pelaksana program untung banyak dan sangat diuntungkan.
Lebih baik jangan buat program apapun seperti jaman SBY, cukup program-program terjangkau dengan anggaran dibawah Rp20 triliunan; PNPM bangun desa, KUR bantu UMKM, BPJS sistem bantuan kesehatan, E-KTP digitalisasi.
Gak muluk-muluk seperti Prabowo dana MBG sampai Rp 300 triliun, makan seupil, cuman sekali, tapi yang tercekik rakyat se Indonesia.
Makanya sekarang mau program apapun dari Prabowo jawabannya: gak usah. Dampaknya usaha rakyat dibawah makin susah. Pejabat makin bengis sama rakyat.

Posting Komentar untuk "Prabowo Janji Gratiskan Biaya Pendidikan SD Sampai Universitas Negeri"