Media Duta,- Sejak dahulu, masyarakat Bugis dikenal memiliki tradisi berdagang, berlayar, dan merantau. Dengan kapal pinisi, para pelaut Bugis menjelajahi berbagai wilayah Nusantara untuk membangun jaringan perdagangan dan kehidupan baru.
Namun, keberhasilan itu bukan sekadar soal keberanian mencari keuntungan. Ada nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi:
Jiwa dagang — melihat peluang dan berani mengambil keputusan. Passompe — berani merantau untuk mencari kehidupan yang lebih baik.
Kepercayaan — menjaga nama baik dan hubungan dengan orang lain. Etos kerja — tekun, ulet, dan tidak mudah menyerah. Adaptif — mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru tanpa melupakan jati diri.Dari pesisir hingga kota-kota besar, banyak perantau Bugis membangun usaha dari bawah dan berkembang menjadi pedagang, pengusaha, hingga pemimpin di berbagai bidang.
Merantau bukan berarti meninggalkan kampung halaman. Bagi orang Bugis, merantau adalah perjalanan membawa nama baik, mencari pengalaman, membangun kehidupan, lalu kembali dengan keberhasilan.
“Resopa temmangingngi, namalomo naletei pammase Dewata.”Kerja keras yang tidak mengenal lelah akan membuka jalan menuju keberhasilan.Bugis merantau, berdagang, membangun, dan berkembang.

Posting Komentar untuk "SUKU BUGIS: AHLI DAGANG, TANGGUH DI PERANTAUAN"