Media Duta,- Eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas menyusul pernyataan tegas dari petinggi militer Iran.
Jajaran komando pertahanan Iran menegaskan komitmennya untuk terus memburu pihak-pihak yang dianggap sebagai aktor utama di balik agresi dan korban jiwa di kalangan militer serta warga sipil mereka.
Dalam berbagai kesempatan resmi dan rekaman militer yang disorot publik global baru-baru ini, pihak militer Iran secara terbuka menyatakan tidak akan mundur dalam memberikan perlawanan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi target utama dalam retorika pembalasan rezim Teheran.
"Netanyahu dan Trump terus akan kami buru sampai benar-benar tiada, ini hanya tinggal menunggu waktu saja," ujar perwakilan militer Iran dalam statemen yang menyita perhatian dunia internasional.
Peningkatan Eskalasi dan Garis Keras Pertahanan
Konflik yang terus bergulir antara poros Iran di satu sisi dengan aliansi Amerika Serikat dan Israel di sisi lain, telah memicu rentetan ketegangan baru. Pihak militer Iran menegaskan bahwa setiap tetes darah yang tumpah dari personel maupun rakyat mereka menuntut adanya pertanggungjawaban mutlak.
Di tengah tekanan sanksi ekonomi global serta ancaman operasi militer lanjutan dari Washington dan Tel Aviv, teologi perlawanan dan semangat bela agama Islam terus digaungkan oleh para petinggi pertahanan Iran untuk membakar moril pasukan serta pendukung mereka di kawasan.
Seruan Doa dan Solidaritas Umat
Seiring dengan pergerakan pasukan dan siaga tempur tingkat tinggi di kawasan Teluk dan Timur Tengah, pihak militer Iran turut menyampaikan pesan moral kepada umat Islam di seluruh dunia.
Mereka secara khusus meminta doa dari kaum Muslimin global agar kekuatan, keteguhan, dan kesabaran senantiasa dilimpahkan kepada barisan pertahanan Iran dalam menjalankan misi yang mereka sebut sebagai jalan terhormat demi membela kehormatan agama Islam dan melawan kezaliman global.
📝 IRNA Islamic republic agrecy iran 📌

Posting Komentar untuk "Jenderal Pertahanan Iran Sebut, Netanyahu dan Trump Akan Kami Buru Sampai Benar-benar Tiada"