Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Listyo Sigit Dicopot Lebih Awal, Bocor Ada Dugaan Telibat Bantu PSI Dan Safari Politik Jokowi


Media Duta,-  Laporan investigasi mingguan Majalah Tempo dalam siniar Bocor Alus mengungkap sejumlah informasi mengenai dinamika politik di lingkungan Istana, termasuk proses pergantian pejabat pada era pemerintahan Presiden Prabowo.

Salah satu isu yang disorot adalah pencopotan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari posisi Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober. 

Keputusan tersebut disebut berlangsung lebih cepat dibandingkan jadwal pergantian yang sebelumnya dibahas.

Menurut laporan tersebut, percepatan pergantian Kapolri tidak terlepas dari informasi intelijen dan laporan sejumlah narasumber yang diterima Prabowo.

Presiden disebut mendapat laporan mengenai dugaan keterlibatan aparat kepolisian dalam membantu pemenangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) serta mengawal kegiatan safari politik Jokowi di sejumlah daerah.

Padahal, pergantian pucuk pimpinan Korps Bhayangkara sebelumnya tidak direncanakan berlangsung pada awal Oktober. 

Berdasarkan pembahasan di internal Mabes Polri dan lingkungan dekat Istana, perombakan jabatan Kapolri diperkirakan baru dilakukan pada akhir Oktober atau awal Januari mendatang.

Namun situasi berubah pada malam 30 September. Presiden Prabowo mengirimkan surat presiden (surpres) pergantian Kapolri secara kilat ke DPR RI.

Dalam proses pergantian itu, Suyudi Ario disebut sebagai sosok yang dipilih untuk menggantikan Listyo Sigit. 

Berdasarkan catatan desk hukum Tempo, Suyudi diketahui memiliki kedekatan dengan Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menyatakan bahwa perombakan di institusi kepolisian merupakan bagian dari upaya pembenahan internal. Ia juga membantah adanya kepentingan politik di balik pencopotan Listyo Sigit.

Laporan tersebut turut mengungkap bahwa sebelum pencopotan dilakukan, Listyo Sigit sempat berdiskusi dengan orang dekat Prabowo mengenai kemungkinan jabatan yang akan ditempatinya setelah tidak lagi memimpin Polri.

Dalam pembicaraan itu, Listyo awalnya ditawari sejumlah posisi di kementerian teknis. Namun, tawaran tersebut tidak diterimanya karena ia merasa tidak memiliki keahlian yang sesuai dengan bidang kementerian yang ditawarkan.

Sebagai alternatif, Listyo justru mengajukan diri untuk mengisi posisi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP).

Posisi tersebut dipandang strategis untuk mendukung penyelesaian berbagai proyek infrastruktur peninggalan pemerintahan Jokowi yang masih menghadapi kendala.

 Salah satu proyek yang disorot adalah kelanjutan pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera hingga Aceh.

Meski pembicaraan mengenai penempatan jabatan baru telah berlangsung, Listyo disebut baru mengetahui kepastian pencopotannya secara mendadak pada pagi 1 Oktober.

 Informasi itu diterimanya ketika menghadiri upacara kenegaraan di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.(*)

Posting Komentar untuk "Listyo Sigit Dicopot Lebih Awal, Bocor Ada Dugaan Telibat Bantu PSI Dan Safari Politik Jokowi"