Media Duta,- Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo kembali melont4rkan analisis taj4m terkait arah politik Joko Widodo (Jokowi) pasca-menjabat sebagai presiden.
Menurut Gatot, langkah Jokowi merangkul Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) di masa lalu bukan sekadar penunjukan kabinet biasa, melainkan bagian dari pembangunan "tabungan politik".
Gatot menilai langkah-langkah strategis tersebut sudah diperhitungkan Jokowi sejak periode kedua kepemimpinannya guna menjaga pengaruh politik ke depan.
"Maka saya melihat itu ketika Pak Prabowo diangkat sebagai Menteri Pertahanan, itu sudah tanda. Ya tanda, saya akan gunakan Pak Jokowi membuat tabungan-tabungan politik," kata Gatot dalam pandangannya.
Tidak hanya soal penempatan figur di kabinet, Gatot juga menyoroti penguatan jaringan hingga tingkat akar rumput.
Ia menyinggung perubahan aturan terkait pemilihan presiden serta perhatian khusus kepada para kepala desa yang dinilai sebagai instrumen penting untuk memperkuat basis dukungan politik bawah.
"Lihat saja ketika aturan tentang Pilpres berubah, sehingga harus ada Plt. Jokowi lah yang memberi nyaman kepala-desa, pimpinan akar rumput paling bawah. Ini kan tabungan," ujarnya.
Selain itu, Gatot menyebut Jokowi turut mempersiapkan jajaran menteri yang dinilai memiliki loyalitas tinggi untuk kembali berperan dalam panggung politik mendatang.
Dalam analisisnya, Gatot juga mengungkit rencana awal terkait isu masa jabatan presiden tiga periode. Ketika wacana tersebut tidak terwujud, ia menduga skema cadangan langsung diaktifkan melalui pencalonan Gibran Rakabuming Raka.
Gatot menggambarkan jaringan politik tersebut berjalan secara sistematis dengan pembagian tugas yang terstruktur bagi para figur di dalamnya.
Jaringan ini, kata dia, bahkan berpotensi menjadi tant4ngan tersendiri bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada tahun-tahun awal kepemimpinannya.

Posting Komentar untuk "Penunjukan Prabowo Jadi Menhan Dulu Cuma, " Tabungan Politik " Jokowi"