Doha, Qatar Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan kritik tajam terhadap sejumlah pemimpin asing, termasuk Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang dinilai mengeksploitasi situasi kerusuhan di Prancis demi kepentingan politik masing-masing, (22/10-2026).
Macron menegaskan bahwa klaim yang mengaitkan kerusuhan dengan agama atau imigrasi adalah sepenuhnya keliru.
Ia menolak tuduhan Trump yang menyebut kebijakan imigrasi Prancis memicu kekerasan dan bahwa Paris akan menjadi "kota Muslim," serta penilaan Netanyahu soal adanya "invasi Islam ekstremis.
Menurutnya, para pemimpin tersebut menyebarkan narasi palsu untuk keperluan kampanye pemilu di negara mereka.
Selain itu, Macron memperingatkan maraknya kampanye disinformasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Ia menyebut banyak gambar dan video rekayasa yang beredar di media sosial menggambarkan kehancuran yang sebenarnya tidak pernah terjadi di Prancis.
Pemerintah Prancis menegaskan, akar masalah kerusuhan murni berupa isu ekonomi — kenaikan biaya hidup, harga bahan bakar, dan layanan publik — bukan masalah agama atau imigrasi.
Kementerian Luar Negeri siap memberikan klarifikasi diplomatik resmi guna mencegah penyebaran hoaks lebih lanjut.
Menurut Anda, seberapa besar ancaman disinformasi berbasis AI bagi stabilitas negara saat ini? Yuk bagikan pandanganmu di kolom komentar.
Sumber: Republika, CNN Indonesia, France 24, Al Jazeera
Disclaimer: Artikel disusun berdasarkan informasi dari berbagai sumber terpercaya. Pandangan yang disampaikan mewakili konteks peristiwa dan belum tentu mencerminkan seluruh sudut pandang terkait isu ini.
#macron #prancis #ekonomi

Posting Komentar untuk "Macron Naik Pitam Sebut Retorika Trump Dan Netanyahu, " Bodoh ""