Ancaman untuk melumpuhkan Jakarta jika Gibran Rakabuming Raka dilengserkan memicu kontroversi besar karena dinilai sebagai bentuk intimidasi terhadap proses hukum serta ancaman nyata bagi stabilitas keamanan negara.
Berdasarkan situasi politik yang berkembang hingga November 2026, julukan "Termul" (akronim sindiran politik untuk kelompok Ter-Mulyono atau loyalis garis keras keluarga Jokowi) menjadi sorotan setelah ketuanya, Fritz Alor Boy (Pasukan Gibran Indonesia), melontarkan ancaman penutupan jalan ibu kota.
Orang Ini Ancam Akan Lumpuhkan Jakarta Jika Gibran Dilenserkan
Berikut adalah poin-poin utama yang memicu kontroversi di tengah masyarakat:
1. Intimidasi terhadap Supremasi Hukum
Masyarakat dan pengamat hukum menilai ancaman pengerahan massa tersebut sebagai bentuk premanisme politik yang mengintervensi institusi hukum.
Desakan pemakzulan Gibran sendiri memiliki landasan konstitusional setelah Putusan Mahkamah Agung (MA) resmi membatalkan Surat Keterangan (Suket) penyetaraan ijazah luar negeri Gibran.
Upaya menghalangi proses konstitusional di DPR dengan cara mengepung kota dianggap merusak tatanan demokrasi dan hukum di Indonesia.
2. Gangguan Keamanan Nasional vs Siaga TNI
Ancaman melumpuhkan Jakarta direspons serius oleh aparat keamanan. Bertepatan dengan memanasnya tensi politik ini, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyiagakan lebih dari 20,000 personel militer di Jakarta.
TNI menegaskan kesiapannya untuk mempertahankan kedaulatan pemerintahan dari ancaman non-alam, konflik sosial, dan tindakan makar yang berpotensi melumpuhkan roda ekonomi serta aktivitas warga di ibu kota.
3. Kontroversi Pengklaiman "98 Juta Massa"
Kubu relawan mengeklaim mampu menggerakkan hingga 98 juta basis pendukung Jokowi-Gibran untuk turun ke jalan jika sang Wakil Presiden diganggu.
Klaim angka yang sangat fantastis ini menuai kritik tajam dan cibiran dari kelompok oposisi yang menilainya sebagai gertakan politik belaka serta pembodohan publik demi menakut-nakuti anggota parlemen (DPR) yang hendak menggulirkan hak menyatakan pendapat.


Posting Komentar untuk "Orang Ini Ancam Akan Lumpuhkan Jakarta Jika Gibran Dilenserkan"