Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Misi Besar: Menulis Ulang Sejarah Bangsa


Nama Fadli Zon selama ini mungkin lebih sering menghiasi pemberitaan karena kritik pedas dan manuver politiknya yang berani. 

Namun, di balik seragam politiknya, sosok yang kini menjabat sebagai Menteri Kebudayaan Republik Indonesia di Kabinet Merah Putih ini ternyata memiliki rekam jejak akademik yang sangat mentereng dan jarang terekspos luas.

Bagi mereka yang hanya mengenalnya lewat layar kaca, fakta-fakta berikut mungkin akan mengubah pandangan Anda terhadap pria bergelar Datuak Bijo Dirajo Nan Kuniang ini.

Sang 'Star Boy' Sejak Masa Sekolah

Kecerdasan Fadli Zon bukan "kaleng-kaleng". Sejak duduk di bangku SMA Negeri 31 Jakarta, ia sudah terpilih mendapatkan beasiswa bergengsi dari AFS (American Field Service) ke Texas, Amerika Serikat. Tak tanggung-tanggung, ia lulus dari sekolah di Amerika dengan predikat Summa Cum Laude.

Prestasi ini menjadi pembuka jalan baginya untuk menaklukkan kampus perjuangan, Universitas Indonesia (UI).

Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) UI

Di kampus kuning, Fadli mengambil jurusan Sastra Rusia. Tak sekadar kuliah, ia adalah legenda aktivis pada masanya. Pada tahun 1994, ia terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) I Universitas Indonesia dan menyabet juara III di tingkat Nasional.

Ia bukan mahasiswa yang hanya diam di perpustakaan. Fadli adalah pemimpin berbagai demonstrasi mahasiswa era awal 90-an dan aktif menghidupkan kelompok studi intelektual di kampus. Karier akademisnya terus berlanjut hingga meraih gelar Master dari London School of Economics and Political Science (LSE) di Inggris dan gelar Doktor Ilmu Sejarah dari UI.

Diplomasi Dunia dan Anti-Korupsi

Sebelum menakhodai Kementerian Kebudayaan, Fadli telah lebih dulu "mengatur" panggung internasional. Ia tercatat pernah dua periode menjabat sebagai Presiden Organisasi Parlemen Antikorupsi Se-Dunia (GOPAC). Jabatan ini membuktikan bahwa kapasitasnya diakui oleh parlemen dari berbagai negara di lima benua.

Misi Besar: Menulis Ulang Sejarah Bangsa

Kini, dengan latar belakangnya sebagai sejarawan murni, Fadli Zon memiliki misi ambisius. Di bawah kepemimpinannya, Kementerian Kebudayaan sedang menggarap proyek raksasa: Penulisan Ulang Sejarah Resmi Indonesia.

Proyek 10 jilid ini melibatkan ratusan sejarawan dari Aceh hingga Papua. Tujuannya satu: memberikan perspektif sejarah yang lebih segar dan komprehensif untuk menyambut Indonesia Emas.

 Meski menuai diskusi hangat di publik, Fadli tetap teguh pada visinya bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang memahami akarnya.

Kolektor dan Penjaga Warisan

Kecintaannya pada budaya tidak muncul tiba-tiba. Melalui Fadli Zon Library, ia telah lama mendedikasikan diri untuk merawat ribuan naskah kuno, buku, hingga keris. Baginya, budaya adalah fondasi identitas nasional yang tak boleh hilang ditelan zaman.

Kini, dari seorang aktivis kampus yang vokal, Fadli Zon berdiri di garda terdepan sebagai penjaga gerbang kebudayaan Indonesia. 

Rekam jejaknya membuktikan bahwa ia bukan sekadar politisi, melainkan seorang intelektual yang memiliki kecintaan mendalam pada tanah airnya. (Wikipedia)

Posting Komentar untuk "Misi Besar: Menulis Ulang Sejarah Bangsa"