Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

AS Aktifkan Lagi Pangkalan Perang Dunia II di Tengah Tekanan China


Jakarta  Media Duta, - Landasan udara yang dulu dibangun di pulau-pulau terpencil Pasifik untuk menyerang Jepang pada fase akhir Perang Dunia II kini mulai diperbaiki kembali. 

Langkah ini dilakukan secara bertahap, seiring Amerika Serikat (AS) memperkuat pertahanannya menghadapi meningkatnya tekanan dari Cina di kawasan.
Kapal-kapal Cina kerap menguji klaim maritim Korea Selatan dan Jepang di Pasifik bagian utara.

 Sementara di bagian selatan, Beijing rutin menggelar latihan militer berskala besar di sekitar Taiwan, yang dianggapnya sebagai wilayah yang suatu saat akan kembali ke bawah kendalinya.

Beijing juga mengklaim sebagian besar Laut Cina Selatan sebagai wilayahnya, meskipun klaim tersebut telah ditolak oleh tribunal internasional pada 2016.

"Cina jelas menjadi kekhawatiran utama di kawasan ini dan langkah ini tampaknya merupakan respons terhadap upaya Cina memperluas kapasitas militernya sendiri," kata Dan Pinkston, profesor hubungan internasional di kampus Seoul Troy University sekaligus mantan perwira Angkatan Udara AS, kepada DW.

"Mereka berupaya menembus keluar dari rantai pulau pertama dan kedua untuk mendapatkan akses bebas ke Pasifik, dan pengaktifan kembali landasan udara ini bisa dibaca sebagai persiapan jika ketegangan meningkat ke tahap berikutnya," ujar Pinkston.

Landasan udara bersejarah
Detail pekerjaan di pangkalan era perang di Tinian dan Peleliu masih minim dipublikasikan.

Namun, analis menilai proyek ini bertujuan memberi opsi tambahan bagi Angkatan Udara AS, sehingga tidak hanya bergantung pada pangkalan utama seperti Andersen di Guam atau Kadena di Okinawa, Jepang.

Sejak 2023, insinyur AS memperbarui empat landasan pacu sepanjang 2.400 meter di North Field, Pulau Tinian, yang pertama kali dibangun sekitar 80 tahun lalu.
 Dari lokasi inilah pesawat pembom B-29 Superfortress Enola Gay lepas landas untuk menjatuhkan bom atom pertama di Hiroshima pada 6 Agustus 1945.

Tiga hari kemudian, pesawat B-29 lainnya juga lepas landas dari landasan yang kini masuk wilayah Kepulauan Mariana Utara untuk menjatuhkan bom kedua di Nagasaki, yang memaksa Jepang menyerah.

Pangkalan ini dulu dikenal sebagai yang tersibuk di dunia, namun ditinggalkan pada 1947 dan sebagian besar kembali tertutup hutan hingga 2003, ketika satu landasan dibersihkan untuk latihan. Pembersihan dalam skala lebih besar baru dimulai lagi pada 2023.

Insinyur juga bekerja di Peleliu, salah satu pulau paling selatan di kepulauan Palau dan lokasi pertempuran sengit pada masa perang. 
Landasan sepanjang 1.800 meter selesai dibangun sebelum perebutan pulau dari Jepang berakhir, dan digunakan untuk mendukung operasi AS di kawasan Pasifik hingga perang usai.

Landasan itu sempat berfungsi sebagai bandara lokal bagi warga, tetapi hanya bisa digunakan pesawat kecil hingga unit militer AS tiba pada 2024 untuk memperbaikinya. 
Pada Juni 2024, pesawat tanker KC-130 menjadi yang pertama mendarat di landasan yang telah diperbaiki.(*)

Posting Komentar untuk "AS Aktifkan Lagi Pangkalan Perang Dunia II di Tengah Tekanan China"