Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Kapal Tanker China Membawa Metanol, Gagal Tembus Selat Hormuz Usai di Blokade AS


Blokade Amerika Serikat (AS) membuat sejumlah kapal tanker gagal keluar dari Selat Hormuz. Blokade dilakukan setelah perundingan damai antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu gagal mencapai kesepakatan.

Salah satunya adalah kapal tanker China yang terkena sanksi AS, Rich Starry. Kapal ini gagal menembus blokade AS dan harus putar balik ke perairan dekat Iran. Padahal kapal tersebut sempat berhasil keluar dari wilayah Teluk.

"Dalam 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS," ujar Komando Pusat AS dikutip dari Reuters, Kamis, (16/4/2026).

Total ada delapan kapal yang berusaha melewati blokade AS, salah satunya Rich Starry, tapi gagal. Komando Pusat AS menyebut sebanyak enam kapal mengikuti arahan pasukan AS untuk berbalik dan kembali ke pelabuhan Iran.

Selain itu, sebuah kapal perusak AS menghentikan dua tanker minyak yang mencoba keluar dari pelabuhan Iran di Chabahar, Teluk Oman.

Kapal China yang Gagal Tembus Hormuz.

Rich Starry dan pemiliknya, Shanghai Xuanrun Shipping Co, disanksi AS karena bertransaksi dengan Iran.

Rich Starry merupakan tanker ukuran menengah yang membawa sekitar 250.000 barel metanol yang dimuat di pelabuhan Hamriyah, Uni Emirat Arab.Kapal tersebut berlabuh di perairan dekat Iran.

Blokade ini menambah ketidakpastian bagi pelaku pelayaran, perusahaan minyak, dan perusahaan asuransi risiko perang. 

Lalu lintas kapal masih jauh di bawah rata-rata lebih dari 130 kapal per hari sebelum perang AS dan Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari.

Sejak blokade dimulai, tidak ada tanker Iran yang membawa minyak mentah untuk ekspor yang melintasi selat tersebut.

 Sebagai anggota OPEC, Iran memiliki kapasitas penyimpanan minyak darat yang belum terpakai sekitar 90 juta barel, cukup untuk menopang produksi saat ini sebesar 3,5 juta barel per hari selama sekitar dua bulan jika ekspor terhenti.

Sementara itu, kapal lain yang juga terkena sanksi AS, Very Large Crude Carrier Alicia, yang memiliki rekam jejak mengangkut minyak Iran sejak 2023, memasuki Teluk melalui Selat Hormuz pada Rabu.

 Kapal kosong dengan kapasitas 2 juta barel tersebut menuju Irak untuk memuat kargo pada Kamis.

Secara terpisah, kapal tanker VLCC berbendera Malta, Agios Fanourios I, juga memasuki Teluk melalui Selat Hormuz pada Rabu dalam upaya kedua untuk melintas.

 Kapal tersebut menuju Irak untuk memuat minyak Basra yang akan dikirim ke kilang Nghi Son di Vietnam.(*)

Posting Komentar untuk "Kapal Tanker China Membawa Metanol, Gagal Tembus Selat Hormuz Usai di Blokade AS"