Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi untuk mengakhiri konflik dengan Iran telah memasuki tahap akhir.
Dalam keterangannya pada Selasa (10/6/2026), Trump menyebut kesepakatan final diprediksi akan rampung dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Kesepakatan tersebut dikabarkan mencakup poin-poin krusial, termasuk penghapusan total program senjata nuklir Iran dan pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz bagi perdagangan internasional.
Mengutip laporan Al Jazeera, Trump menegaskan bahwa AS kemungkinan besar tidak akan melanjutkan serangan militer langsung.
Ia mengklaim bahwa kebijakan blokade terhadap Iran terbukti jauh lebih efektif dibandingkan opsi perang terbuka.
Namun, pernyataan damai ini berbanding terbalik dengan situasi di lapangan.
Di hari yang sama, Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui akun X resminya justru mengumumkan peluncuran serangan terbaru terhadap posisi Iran pada Selasa (9/6/2026).
Langkah militer ini diambil sebagai respons atas jatuhnya helikopter tempur Apache milik Angkatan Darat AS di lepas pantai Oman.(*)

Posting Komentar untuk "AS Kembali Gempur Iran Jelang Perjanjian Damai, Gara-gara Helikopter Apache Jatuh"