Bentrokan antarwarga Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bentrokan tersebut diduga dipicu sengketa batas tanah serta klaim lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Peristiwa yang kembali pecah pada Sabtu (18/7/2026) itu menewaskan tiga orang.
Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) B Pelopor Satuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) NTT Ajun Komisaris Polisi (AKP) Antonio Cortareal mengatakan, persoalan batas tanah menjadi pemicu bentrokan.
"Masalah batas tanah dan klaim sepihak lokasi tanah (untuk) Kopdes Merah Putih," ujarnya, Minggu (19/7/2026).
Selain tiga korban tewas, bentrokan juga menyebabkan lima orang terluka dan sekitar 20 rumah terbakar.
Antonio menyebut satu peleton personel dari Markas Komando (Mako) Brimob Maumere telah dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di Adonara.
Sebelumnya, persoalan lahan yang dikaitkan dengan pembangunan Kopdes Merah Putih juga mencuat setelah bentrokan pada Maret 2026.
Saat itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) menegaskan konflik kedua desa tidak berkaitan dengan pembangunan fisik koperasi, melainkan sengketa tanah ulayat yang telah berlangsung turun-temurun.
Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi menegaskan, "Konflik yang terjadi antar kedua desa tidak terkait dengan pembangunan Kopdes Merah Putih.
Ini adalah konflik lama antar Desa Waiburak dan Desa Narasaosina yang dipicu oleh sengketa tanah ulayat yang sudah ada turun temurun."
Zabadi juga menegaskan pembangunan Kopdes Merah Putih hanya dapat dilakukan di atas lahan berstatus clean and clear atau bebas sengketa.
"Saat ini pun belum ada pembangunan Kopdes Merah Putih di desa itu. Pemerintah hanya akan menggunakan tanah lahan dengan status clean and clear, tidak dalam kondisi sengketa," tegasnya.
Ia menambahkan, Kemenkop telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk mengetahui penyebab bentrokan tersebut.
#Beritaviral #KopdesMerahPutih

Posting Komentar untuk "Bentrokan Warga di Polres Diduga Dipicu Sengketa Tanah Dan Tiga Korban Tewas"