Dia berani datang menghadiri undangan Pansus DPRD Gowa & duduk dengan tenang di kursi "pesakitan" sementara anggota pansus sudah ber-siap2 untuk melancarkan pertanyaan kritis, bombastis, sinis bahkan mungkin saja penuh jebakan.
Namun suasana berobah drastis ketika yang duduk di kursi "pesakitan" menyampaikan permohonan maaf untuk meninggalkan ruang sidang. Maka reaksipun langsung bermunculan, ada yang pro & ada yang kontra.
Saya termasuk yang mendukung langkah Bupati Gowa yang meninggalkan ruang sidang pansus dikarenakan permohonannya sebagai "terperiksa" tidak dikabulkan.
Sangat jelas terlihat semua anggota pansus sudah tidak sejalan dengan "Terperiksa" bahkan dari partainya sendiri pun tidak ada yang membela.
Dalam kondisi seperti ini, lebih baik menggantungkan harapan ke langit sambil menunggu keputusan pemerintah atasan daripada harus "melecehkan" marwah jabatan di ruang sidang pansus yang katanya terhormat itu.
Masih banyak buk pekerjaan mulia yang belum tertunaikan, lebih baik fokus untuk melayani & mengayomi masyarakat, biarkan pansus membuat keputusannya sendiri.
Tetaplah Semangat & Salam Pramuka !!!
"Satyaku Kudharmakan, Dharmaku Kubaktikan" 💪🙏
Husniah Talenrang

Posting Komentar untuk " "