Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

INTELIJEN AMERIKA PERINGATKAN RENCANA PEMBUNUHAN ISRAEL TERHADAP JURU RUNDING DAMAI IRAN

 

Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Sebuah laporan intelijen rahasia yang mengejutkan dari Amerika Serikat mengungkapkan adanya kekhawatiran besar di kalangan pejabat Washington mengenai kemungkinan Israel melancarkan aksi pembunuhan terhadap negosiator ulung Iran di tengah berlangsungnya proses perundingan damai. 

Berdasarkan investigasi eksklusif yang dirilis oleh surat kabar terkemuka Amerika Serikat, The New York Times, para pejabat intelijen meyakini bahwa militer dan dinas rahasia Israel berpotensi menargetkan dua tokoh paling sentral Teheran, yaitu Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. 

Untuk mencegah eskalasi yang dapat menghancurkan proses diplomasi, pemerintahan AS dilaporkan telah mendesak negara-negara pihak ketiga di kawasan Timur Tengah untuk meneruskan peringatan darurat ini secara langsung kepada pihak Iran. 

Langkah tidak biasa yang diambil oleh Washington ini didorong oleh keinginan kuat untuk menjaga agar progres pembicaraan damai antara AS dan Iran tetap berjalan, sekaligus menghindari risiko terseretnya kawasan tersebut kembali ke dalam konflik militer berskala besar. 

Peringatan ini bukan tanpa alasan, sebab laporan tersebut juga mengungkap insiden menegangkan beberapa waktu lalu ketika pesawat yang membawa Ghalibaf dalam perjalanan pulang dari Islamabad terpaksa melakukan pendaratan darurat di Mashhad. 

Langkah darurat itu diambil setelah sistem radar mendeteksi adanya upaya dari dua jet tempur Israel yang mencoba menerobos wilayah udara regional guna melakukan penyergapan terhadap pesawat delegasi tersebut.

Situasi ini mempertegas adanya keretakan taktis dan perbedaan visi yang kian meruncing antara Washington dan sekutu utamanya, Yerusalem, dalam menangani masalah geopolitik regional. 

Di saat pemerintahan Donald Trump menghendaki penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi formal demi stabilitas jangka panjang, pemerintahan Benjamin Netanyahu di Israel tetap bersikap skeptis dan lebih condong pada jalur tekanan militer total serta upaya penggantian rezim di Teheran. 

Bocornya informasi mengenai peringatan intelijen ini kini memicu perdebatan sengit mengenai batas-batas koordinasi keamanan antaranegara serta masa depan stabilitas keamanan di Selat Hormuz.

Sumber Berita: The New York Times


Posting Komentar untuk "INTELIJEN AMERIKA PERINGATKAN RENCANA PEMBUNUHAN ISRAEL TERHADAP JURU RUNDING DAMAI IRAN"