Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Pemain Muslim Spanyol Berikan Tatapan Beku ke Donald Trump Saat Penyerahan Tropi Piala Dunia


 Tak Mau Peluk Trump! Momen di panggung kehormatan final Piala Dunia 2026  menjadi perbincangan hangat di mata publik internasional. 

Selain merayakan kemenangan dramatis Timnas Spanyol atas Argentina dengan skor 1-0, perhatian dunia kini tertuju pada gestur kaku sang bintang muda, Lamine Yamal, saat berhadapan langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. 

Pemain sayap berusia 19 tahun tersebut tertangkap kamera memberikan tatapan datar dan jabat tangan yang sangat singkat kepada Trump saat prosesi penyerahan medali emas di MetLife Stadium, New Jersey, Minggu malam waktu setempat.

Pemain Muslim Spanyol Berikan  Tatapan Beku ke Donald Trump Saat Penyerahan Tropi Piala Dunia

Berdasarkan rekaman siaran langsung global, perubahan atmosfer yang kontras terlihat jelas ketika skuad La Roja dipanggil satu per satu ke atas podium kehormatan. 

Tepat sebelum bertemu Trump, Lamine Yamal yang merupakan seorang Muslim berdarah Maroko-Guinea Khatulistiwa terlihat sangat semringah. 

Ia berbincang akrab, tertawa lebar, hingga memberikan pelukan hangat kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Namun, situasi berubah drastis dalam hitungan detik ketika ia bergeser ke langkah berikutnya.

Saat berhadapan langsung dengan Donald Trump, senyum di wajah Yamal langsung hilang. 

Pemain bernomor punggung 19 itu hanya memberikan tatapan mata yang datar, wajah kaku tanpa ekspresi, serta anggukan kepala formal.

 Ia menjabat tangan Trump dengan sangat cepat dan langsung berlalu tanpa memberikan pelukan seperti yang ia lakukan kepada Infantino.

Sikap dingin yang ditunjukkan Yamal ini langsung memicu spekulasi luas di kalangan netizen dan media internasional. 

Banyak pihak mengaitkan gestur kaku tersebut dengan pandangan politik dan keyakinan sang pemain yang dikenal pro-Palestina. 

Pada Mei lalu, Yamal sempat menjadi pusat perhatian dunia setelah berani mengibarkan bendera Palestina di atas bus terbuka saat parade juara Liga Spanyol bersama Barcelona. 

Tindakan berani tersebut bahkan sempat mendapat pembelaan dari Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, yang menyebutnya sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Netizen di berbagai platform media sosial berspekulasi bahwa tatapan kaku Yamal merupakan bentuk protes diam atau pembatasan jarak terhadap kebijakan politik luar negeri Donald Trump terkait isu Timur Tengah. 

Meski demikian, sejumlah jurnalis senior yang meliput di lokasi mencatat bahwa Yamal tetap menjaga profesionalismenya sebagai atlet.

 Ia tidak menarik tangan ataupun menolak bersalaman, melainkan tetap mematuhi protokoler resmi penyerahan medali hingga selesai.

Yamal sukses mencatatkan sejarah emas sebagai salah satu pemain termuda yang berhasil mengawinkan trofi Euro dan Piala Dunia dalam karier sepak bola modern.(*)

Posting Komentar untuk "Pemain Muslim Spanyol Berikan Tatapan Beku ke Donald Trump Saat Penyerahan Tropi Piala Dunia"