Ternyata, Kapolri dan jajarannya, tak hanya mendatangi Kejaksaan bertemu langsung Jaksa Agung, tapi juga mendatangi Mabes TNI, bertemu Panglima TNI.
Bahkan, Mabes TNI lebih dulu didatangi Kapolri dan jajarannya, ketimbang Kejagung. Tapi berita yang heboh saat mendatangi Kejagung ketimbang Mabes TNI.
Ingat, TNI juga termasuk yang "digertak" Polri saat heboh penggeledahan rumah atau 12 lokasi terkait dengan eks Jampidsus Febrie Ardiansyah, kemarin itu.
TNI Digertak dengan pasal perintangan penyidikan dengan ancaman 12 tahun penjara. Karena menjaga rumah aks Jampidsus sesuai Perpres No. 66/2025.
TNI sempat terkena getah terhadap penggeledahan rumah eks Jampidsus itu, karena tak tahu apa-apa, terkait penggeledahan itu. Itu seperti situasi chaos.
Akhirnya, TNI tahu apa yang terjadi dan cepat-cepat menarik anggota di lapangan agar tak memperburuk situasi. Kendati kritikan tajam sudah terlanjur terlontar.
Jadi, wajar, Kapolri dan jajarannya, berkunjung lebih dulu ke Mabes TNI, bertemu Panglima TNI ketimbang ke Kejagung, bertemu Jaksa Agung. TNI juga dirugikan.
Kapolri dan jajarannya memang harus cepat-cepat bersilaturahmi agar tak muncul sakwa sangka dan rivalitas di antara institusi besar seperti TNI dan Jaksa.
Datang ke Mabes TNI dan Kejagung, tapi kenapa Kapolri tak mendatang pertemuan Satgas PKH di Kemenhan? Satgas PKH sudah mengatakan bahwa ketidakhadiran Kapolri sudah diwakilkan yang lain.
Diartikan ke arah politik juga bisa, tapi nanti sajalah. Bagaimanapun juga silaturahmi itu memperpanjang usia dan rezeki. Rezeki untuk tak segera diganti? Entahlah. (ERIZAL)

Posting Komentar untuk "Sempat Terkena Getah, Kapolri Datangi Mabes TNI"