Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengecam kasus ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang yang dilakukan oleh seorang siswa.
Pelaku nekat melakukan aksinya karena depresi akibat sering dirundung dan diejek teman-temannya.
Menanggapi hal ini, Pigai menegaskan perundungan adalah kejahatan. Ia juga curhat bahwa dirinya—bahkan sebagai pejabat negara—sering menjadi korban rasisme di media sosial.
Pigai menyebut pembiaran oleh aparat terhadap maraknya kekerasan verbal dan rasisme di media sosial sebagai crime by omission (kejahatan karena pembiaran).
Ia menyayangkan polisi kurang menindak tegas akun-akun anonim yang kerap menyebarkan ujaran kebencian.
Saat membahas fenomena bullying, Pigai secara terbuka menyatakan, "Saya saja korban rasis, apalagi rakyat?".
Ia menegaskan bahwa rasisme dan perundungan harus menjadi perhatian bersama agar tidak dibiarkan merusak masyarakat.
Ia mendesak pemerintah, masyarakat, keluarga, dunia pendidikan, hingga penyedia platform teknologi untuk bersama-sama menghentikan budaya bullying.
Kasus di MAN 3 Padang tersebut kini ditangani pihak kepolisian dengan mengedepankan pendekatan pendampingan psikologis (rehabilitasi) bagi pelaku. Untuk melihat laporan lengkap terkait tanggapan Menteri HAM tersebut.
#beritaviral

Posting Komentar untuk "Siswa SMA Ledakan Bom Karena Depresi Sering Diejek Teman-temannya "