Media Duta,-Invasi darat ke Iran sejak lama dianggap oleh banyak analis militer sebagai salah satu operasi militer paling sulit yang mungkin dilakukan oleh negara mana pun.
Alasannya bukan hanya karena kekuatan militernya, tetapi juga karena kombinasi faktor geografi, jumlah penduduk, dan strategi pertahanan yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Iran memiliki wilayah yang didominasi pegunungan seperti Pegunungan Zagros dan Alborz, yang menyulitkan pergerakan pasukan lapis baja dan kendaraan tempur.
Medan seperti ini memberi keuntungan besar bagi pihak yang bertahan dan menyulitkan pasukan penyerang untuk mempertahankan jalur logistik.
Selain itu, Iran memiliki angkatan bersenjata reguler yang didukung oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serta pasukan cadangan dan jaringan pertahanan berlapis yang dirancang untuk menghadapi perang berkepanjangan.
Selama beberapa dekade, doktrin militernya juga menitikberatkan pada perang asimetris, penggunaan rudal, drone, dan operasi di medan yang sulit.
Sejumlah pakar militer Barat, termasuk dalam berbagai kajian RAND Corporation dan Center for Strategic and International Studies (CSIS), berulang kali menilai bahwa operasi darat berskala penuh terhadap Iran berpotensi menimbulkan biaya yang sangat besar.
Korban yang tinggi, serta berlangsung jauh lebih lama dibandingkan operasi militer Amerika di Irak pada tahun 2003.
Karena itulah, setiap pembahasan mengenai kemungkinan invasi darat ke Iran hampir selalu disertai peringatan bahwa operasi semacam itu akan menghadapi tantangan luar biasa dan membawa risiko strategis yang sangat besar bagi pihak penyerang.
Sumber Informasi:
RAND Corporation
Center for Strategic and International Studies (CSIS)
International Institute for Strategic Studies (IISS)
The Military Balance. • U.S. Department of Defense

Posting Komentar untuk "INVASI DARAT MILITER AMERIKA KE IRAN MERUPAKAN KUBURAN BAGI TENTARA AMERIKA "