Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Selat Hormuz Bukan Lagi Jalur Laut, Tapi Panggung Perlawanan Iran


Selat Hormuz hari ini tidak lagi sekadar jalur pelayaran internasional. Ia telah berubah menjadi simbol perlawanan, simbol harga diri sebuah bangsa yang terlalu lama ditekan, diancam, disanksi, lalu diserang secara terbuka oleh kekuatan-kekuatan rakus dunia.

Mereka Amerika dan sekutunya terus menggempur Iran dengan ancaman, embargo, operasi militer, dan provokasi tanpa henti, setiap hari, maka dunia seharusnya tidak pura-pura terkejut jika Iran hari ini mulai menata ulang aturan main di Selat Hormuz. 

Mari bicara jujur, siappapun dia, terutama para pembela Amerika dan Israel, Sebelum perang dan serangan-serangan ceroboh itu meledak, Selat Hormuz aman dan tidak ada kejadiann apa apa.

Kapal kapal besar lewat, perdagangan berjalan, energi dunia mengalir tanpa drama sebesar ini. Tapi begitu Amerika dan Israel memilih jalur kekerasan, maka jangan salahkan Iran jika hari ini mereka menjawab bukan hanya dengan rudal, tapi juga dengan kendali geopolitik.

Kalau benar Iran kini mulai merancang aturan baru di Selat Hormuz mulai dari penguatan keamanan, pembatasan akses kapal musuh, larangan terhadap negara-negara yang memusuhi Iran, hingga kemungkinan tarif lintasan maka itu bukan sekadar kebijakan laut.

 Itu adalah tamparan politik bagi dunia yang selama ini mengira Iran bisa diinjak tanpa perlawanan.

Selat Hormuz sekarang sedang mengajarkan dunia satu pelajaran penting terkait marwah negara dan bangsa yang diserang terus menerus pada akhirnya tidak akan hanya bertahan, tetapi akan mulai menggigit balik di titik yang paling menyakitkan.

Dan Amerika harus paham, dunia juga harus paham , serta para pendukungnya terutama yang ada di Indonesia, setiap bom yang dijatuhkan ke Iran hari ini, bisa dibalas Iran bukan hanya dengan ledakan, tetapi dengan lumpuhnya jalur energi dunia.

Yang Harus kita pahami, Iran belum runtuh. Iran justru sedang menunjukkan bahwa harga diri bangsa tidak bisa dibeli dengan ancaman.

Karena pada akhirnya, sejarah selalu mencatat satu hal setiap penjajah datang mereka akan selalu menyebut penyerangan sebagai ancaman, padahal ancaman yang sesungguhnya adalah keserakahan mereka sendiri.

Penulis Suhaimi, Selasa, 1 April 2026

Posting Komentar untuk "Selat Hormuz Bukan Lagi Jalur Laut, Tapi Panggung Perlawanan Iran"