Anggota Senat Amerika Serikat, Chris Van Hollen, melontarkan kritik pedas dan mengejutkan terkait kebijakan luar negeri negaranya di Timur Tengah.
Ia secara tegas menilai bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menunggu selama empat dekade (40 tahun ) demi mewujudkan satu tujuan utama: menyeret Amerika Serikat berperang melawan Iran.
Menurut Van Hollen, upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Ia menuduh Presiden Donald Trump sebagai pemimpin yang dianggap Netanyahu "cukup ceroboh dan nekat" untuk mengikuti serta mendukung sepenuhnya agenda militer Tel Aviv.
Pernyataan ini disampaikan sang senator saat menanggapi dukungan besar‑besaran yang terus diberikan Washington terhadap setiap operasi militer yang dilancarkan Israel di kawasan.Van Hollen menegaskan bahwa kebijakan ini sangat merugikan kepentingan rakyat Amerika, berisiko memicu perang luas yang tidak perlu, dan menjadikan AS sekadar alat pelengkap bagi kepentingan Israel.
Kritikan ini membuka pandangan bahwa pengaruh Netanyahu begitu kuat hingga mampu menentukan arah kebijakan kekuatan besar dunia, sekaligus mempertanyakan kemandirian keputusan politik Gedung Putih.
Sumber: NBC "Meet the Press"

Posting Komentar untuk "Chris Van Houten Sebut 40 Tahun Nunggu Demi Mewujudkan PM Israel Menyeret Amerika Perang Lawan Iran"