Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Irak Pastikan Wilayah dan Ruang Udaranya Tidak Akan Dipakai untuk Menyerang Negara Lain


Arab Saudi dan Irak tolak wilayahnya dipakai AS untuk serang Iran, Donald Trump pusing mulai ditinggal para sekutu di Timur Tengah.

Ketegangan di Timur Tengah terus bergerak menuju titik yang semakin mengkhawatirkan. 

Di tengah saling balas serangan antara Iran dan Amerika Serikat, Arab Saudi dan Irak akhirnya mengambil sikap tegas dengan memastikan wilayah serta ruang udara mereka tidak akan dijadikan panggung bagi operasi militer yang mengancam negara lain.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kedua negara berupaya mencegah konflik yang semakin meluas menyeret lebih banyak negara di kawasan.

Sikap itu disampaikan ketika situasi keamanan regional berada dalam tekanan tinggi setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. 

Aksi tersebut merupakan respons atas operasi militer Washington yang sebelumnya menghantam sejumlah target strategis Iran.

Komitmen bersama itu diumumkan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi usai pertemuan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dengan Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein di Riyadh, Minggu (12/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri tidak hanya membahas hubungan bilateral, tetapi juga menyoroti memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah yang dinilai dapat mengancam stabilitas seluruh kawasan jika tidak segera dikendalikan.

Arab Saudi dan Irak menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan setiap negara, menjaga hubungan bertetangga yang baik, serta menolak segala bentuk campur tangan terhadap urusan dalam negeri negara lain.

Lebih jauh, kedua negara secara tegas menyatakan penolakan terhadap penggunaan wilayah negara mana pun sebagai sarana untuk mengancam keamanan maupun stabilitas negara lain di kawasan Timur Tengah.

Irak Pastikan Wilayah dan Ruang Udaranya Tidak Akan Dipakai untuk Menyerang Negara Lain

Irak memberikan penegasan yang lebih spesifik. Baghdad memastikan wilayah darat maupun ruang udaranya tidak akan diizinkan menjadi titik peluncuran operasi militer terhadap Arab Saudi, negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), ataupun negara lain di kawasan.

Pernyataan tersebut dipandang sebagai upaya Irak mempertahankan posisi netral di tengah rivalitas yang semakin tajam antara Iran dan Amerika Serikat. 

Baghdad tampaknya ingin memastikan negaranya tidak terseret menjadi medan konfrontasi dua kekuatan yang kini saling mengancam.

Selain itu, Arab Saudi dan Irak juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas Irak melalui penguatan institusi negara agar mampu menghadapi berbagai ancaman keamanan yang terus meningkat akibat eskalasi konflik regional.

Kedua negara pun sepakat memperkuat koordinasi serta kerja sama bilateral guna melindungi kepentingan bersama sekaligus menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.

Iran Layangkan Ultimatum Keras kepada Negara-Negara Tetangga

Sikap Arab Saudi dan Irak muncul hanya beberapa saat setelah Iran mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara di kawasan Teluk Persia.

Teheran menegaskan tidak boleh ada negara yang memberikan bantuan logistik, fasilitas militer, akses pangkalan, maupun bentuk dukungan lainnya kepada Amerika Serikat untuk melancarkan operasi militer terhadap Iran.

Pemerintah Iran bahkan memperingatkan bahwa setiap bentuk bantuan kepada Washington dapat dipandang sebagai keterlibatan langsung dalam konflik dan berpotensi menimbulkan konsekuensi serius bagi negara yang bersangkutan.

Iran juga menegaskan bahwa hukum internasional mewajibkan setiap negara mencegah wilayahnya digunakan sebagai sarana melakukan tindakan agresi terhadap negara lain.

Ultimatum tersebut muncul setelah militer Amerika Serikat melancarkan operasi terhadap sejumlah target di Provinsi Hormozgan, termasuk Bandar Abbas dan Pulau Qeshm yang berada di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut turut menyasar puluhan kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang beroperasi di sekitar Selat Hormuz.

Menurut Washington, operasi itu merupakan respons atas serangan Iran terhadap sejumlah kapal dagang yang melintas di jalur pelayaran tersebut dalam beberapa hari terakhir.

"Operasi ini bertujuan mengurangi kemampuan Iran untuk terus menyerang perdagangan internasional yang melintasi koridor perdagangan global," demikian pernyataan CENTCOM.

Tak lama berselang, Iran mengumumkan telah melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di beberapa negara kawasan, termasuk Oman.

Rangkaian aksi saling serang yang terus bereskalasi itu kini memicu kekhawatiran dunia internasional. Banyak pihak menilai Timur Tengah sedang berada di persimpangan berbahaya.

Di mana satu kesalahan perhitungan saja berpotensi memicu perang regional yang melibatkan lebih banyak negara dan mengancam stabilitas kawasan secara keseluruhan. (*)

Posting Komentar untuk "Irak Pastikan Wilayah dan Ruang Udaranya Tidak Akan Dipakai untuk Menyerang Negara Lain"