Sebuah laporan investigasi mendalam yang dirilis oleh media terkemuka Amerika Serikat membongkar operasi spionase tingkat tinggi yang melibatkan mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad.
Selama bertahun-tahun, badan intelijen luar negeri Israel (Mossad) dilaporkan telah mendekati dan membina hubungan rahasia dengan tokoh ultrakonservatif tersebut.
Langkah berani ini diambil Israel dengan tujuan strategis jangka panjang, yakni mempersiapkan Ahmadinejad sebagai figur pemimpin potensial baru yang akan memimpin Iran apabila skenario penggulingan rezim (regime change) di Teheran berhasil diwujudkan oleh pihak Barat dan sekutunya.
Dalam melancarkan misi spionase berskala global ini, agen-agen Mossad memanfaatkan berbagai kunjungan luar negeri Ahmadinejad sebagai kedok untuk menggelar pertemuan rahasia tanpa terendus oleh pengawal ketat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Pertemuan-pertemuan tatap muka tersebut dilakukan di beberapa negara netral, termasuk dalam rangkaian acara akademis di Hongaria serta kunjungan bertema lingkungan hidup di Guatemala.
Keretakan hubungan politik antara Ahmadinejad dan lingkaran Pemimpin Agung Iran dalam beberapa tahun terakhir disinyalir menjadi celah utama yang dimanfaatkan intelijen Israel untuk mendekati sang mantan presiden.
Puncak dari konspirasi intelijen ini terjadi di tengah berkecamuknya perang langsung antara Israel dan Iran pada tahun 2026.
Setelah jet tempur Angkatan Udara Israel melancarkan serangan udara presisi yang menghancurkan barak pengawal di kompleks kediaman Ahmadinejad di Teheran.
Tim lapangan Mossad langsung bergerak mengekstraksi dirinya ke sebuah rumah aman (safe house) di dalam wilayah Iran.
Namun, operasi besar ini pada akhirnya menemui kegagalan setelah Ahmadinejad meninggalkan rumah aman tersebut dalam kondisi yang misterius.
Pejabat senior Iran kini mengonfirmasi bahwa rencana kudeta terselubung tersebut telah terbongkar dan Ahmadinejad resmi ditempatkan di bawah status tahanan rumah oleh pihak berwenang Iran atas dugaan spionase bersama musuh negara.
Sumber Berita :
The New York Times - Laporan Investigasi Eksklusif 2026.

Posting Komentar untuk "Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad Diduga Jadi Aset Intelijen Iran"