KYIV — Sistem pemantau militer Ukraina mengeluarkan peringatan darurat tingkat tinggi setelah mendeteksi pengiriman gelombang baru rudal balistik taktis KN-23 buatan Korea Utara ke wilayah Voronezh, Rusia.
Pasokan alutsista mutakhir ini ditempatkan secara strategis di distrik Liski, sebuah lokasi pertahanan yang memungkinkan proyektil menjangkau ibu kota Kyiv dan beberapa provinsi penyangga di sekitarnya.
Intelijen militer mengonfirmasi bahwa pengiriman ini menandai fase baru kampanye udara Moskow menggunakan bantuan persenjataan dari Pyongyang untuk menghantam sasaran bernilai tinggi, menurut laporan UNITED24 Media.
Rusia Siapkan Rudal Raksasa Korea Utara di Voronezh
Spesifikasi teknis yang dirilis menunjukkan bahaya besar, di mana Rusia diyakini mulai menggelar varian terbaru KN-23 yang dikenal sebagai Hwasongpho-11-Da-4.5 dengan daya hancur luar biasa.
Berbeda dengan hulu ledak standar seberat 500 kilogram, rudal modifikasi berukuran lebih panjang ini mengusung berat muatan mematikan hingga 4,5 ton yang dirancang khusus sebagai penghancur infrastruktur bawah tanah.
Dengan radius tempur mencapai 320 kilometer, senjata hipersonik seluler ini memiliki daya jangkau yang cukup untuk melumat fasilitas komando sipil maupun militer jauh di luar garis demarkasi pertempuran, termasuk kota Poltava dan Dnipropetrovsk.
Komando Angkatan Udara Ukraina memperingatkan bahwa karakteristik utama KN-23 yang menyasar wilayah urban berpotensi memicu tingkat kelumpuhan massal dan korban jiwa yang masif.
Meskipun akurasi navigasi rudal Pyongyang ini dinilai lebih rendah dibandingkan rudal Iskander-M milik Rusia, ukuran hulu ledaknya yang raksasa tetap menjadi ancaman pertahanan udara yang sangat sulit dibendung.
Hingga saat ini, sistem pertahanan Patriot milik Ukraina dikabarkan telah disiagakan penuh di sepanjang koridor utara guna mengantisipasi serangan mendadak yang diprediksi akan diluncurkan Moskow dalam waktu dekat.
Sumber Berita :
UNITED24 Media, Reuters, Defense Express

Posting Komentar untuk "Rusia Siapkan Rudal Raksasa Korea Utara di Voronezh"