Miliarder Swedia Roger Akelius menyampaikan kecaman keras terhadap perilaku Israel di Gaza, dengan mengatakan bahwa tindakan Israel lebih menyerupai tindakan "hamba iblis" daripada orang-orang yang mengklaim status moral ilahi.
Kata-katanya memang sengaja provokatif—tetapi pertanyaan yang lebih mendasar tidak dapat diabaikan:
Apa artinya menyebut diri Anda bermoral sementara warga sipil kekurangan makanan, tempat tinggal, obat-obatan, dan keamanan?
Identitas agama tidak dapat membenarkan kekerasan pemerintah. Sejarah tidak dapat memberikan kekebalan permanen dari pertanggungjawaban.
Dan kritik terhadap pemerintah Israel tidak boleh pernah berubah menjadi kebencian terhadap orang Yahudi secara keseluruhan.
Fokus harus tetap pada tempatnya: pada para pemimpin politik, keputusan militer, bantuan kemanusiaan yang terhambat, penderitaan warga sipil, dan tindakan yang dilakukan atas nama negara.
Tidak ada pemerintah yang kebal dari pengawasan. Tidak ada militer yang kebal dari pertanggungjawaban.
Dan tidak ada negara yang dapat mengklaim keunggulan moral sementara keluarga-keluarga yang tidak bersalah menanggung akibat dari kebijakan negara tersebut.
Kemanusiaan ditunjukkan melalui tindakan, bukan pernyataan bahwa seseorang terpilih.(*)

Posting Komentar untuk "Pengusaha Milyader Swedia Mengecam Keras Perilaku Israel di Gaza"