Media Duta,- Isu keretakan hubungan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo dipastikan tidak berdasar.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menilai, dinamika politik yang berjalan saat ini justru menunjukkan strategi akomodatif alih-alih upaya penyingkiran.
Tanggapan tersebut disampaikan Jimly saat berbicara dalam siniar *Total Politik*, merespons analisis publik yang sempat memprediksi adanya perpecahan antara kubu Hambalang dan Solo usai pergantian tampuk kepemimpinan nasional.
"Kalau ada analisa bahwa ini adalah tanda-tanda pecah kongsi antara Hambalang dan Solo, menurut saya enggak begitu. Karena Prabowo ini mau merangkul semua," ujar Jimly.
Menurut Jimly, pendekatan merangkul berbagai pihak merupakan langkah strategis Prabowo guna menjaga stabilitas politik nasional.
Alih-alih mencopot atau membersihk4n sisa-sisa peng4ruh pemerintahan sebelumnya, kepemimpinan baru justru menarik figur-figur lingkaran Jokowi agar tetap berada di dekat pusat kekuasaan.
"Semangat Presiden Prabowo ini merangkul semua orang. Jokowi itu dijaga supaya jangan keluar. Praktiknya berganti (kepemimpinan), tapi (orang-orangnya) bukan diberhentikan, malah semakin dekat ke istana," bebernya.
Peran Strategis Figur Lingkaran Jokowi
Sebagai bukti nyata, Jimly menyoroti penempatan sejumlah tokoh yang lek4t dengan lingkaran Jokowi ke dalam posisi strategis di lembaga pemerintahan.
Salah satu contoh kunci yang dis1nggung adalah Anwar Usman, paman dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang dikaitkan dengan posisi di Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Bagi Jimly, langkah penempatan figur-figur tersebut mengirimkan sinyal kuat bahwa kedekatan politik tetap terjalin erat. "Itu artinya makin dekat ke Istana," tegasnya.
Selain komposisi pejabat, rangkaian gestur politik kedua tokoh turut memperkuat sinyal keharmonisan.
Diskusi dalam siniar tersebut turut mengungkit momen kunjungan Jokowi ke Kertanegara pasca-putusan MK yang sempat menjadi sorotan publik, serta rencana penyerahan rumah pensiun negara di Colomadu secara langsung oleh Prabowo kepada Jokowi.
Ris1ko Kekecew44n Kelompok 4nti-Jokowi
Meski dinilai efektif menjaga stabilitas dan persatuan nasional, strategi merangkul semua pihak ini diprediksi membawa dampak tersendiri bagi pendukung garis keras.
Jimly mengingatkan, pendekatan Prabowo berpotensi memicu kekecewaan di kalangan kelompok yang sejak awal mengharapkan pemerintahan baru mengambil jarak tegas dari Jokowi.
"Nanti orang-orang yang anti-Jokowi makin sakit hati dia kan. Kiraloginya (analisa kira-kiranya) makin rusak. Padahal niatnya Prabowo memang dia merangkul semua," pungkasnya.
Bagaimana pandangan Anda terhadap strategi politik akomodatif yang diterapkan oleh Presiden Prabowo saat ini?

Posting Komentar untuk "Pecah Kongsi Prabowo-Jokowi Terbantah, Anwar Usman Disebut jadi Kunci"